Teheran — Situasi politik Iran memasuki fase krusial setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas menyusul serangan militer yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut disampaikan sejumlah laporan media internasional dan pernyataan pejabat Iran.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa proses transisi kepemimpinan negara segera dijalankan sesuai konstitusi Republik Islam Iran.
“Dewan kepemimpinan sementara akan segera dibentuk. Presiden, kepala peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga akan memikul tanggung jawab hingga pemilihan pemimpin berikutnya,” ujar Larijani dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas negara pasca serangan tersebut. Menurutnya, mekanisme suksesi telah diatur dalam undang-undang sehingga pemerintahan tetap berjalan.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut negaranya telah mengantisipasi situasi darurat dan memperingatkan akan adanya konsekuensi atas serangan yang terjadi.
Berdasarkan hukum Iran, dewan sementara tersebut terdiri dari presiden yang sedang menjabat, kepala peradilan, serta satu anggota Dewan Penjaga yang dipilih melalui Dewan Kebijaksanaan Iran. Dewan ini bertugas menjalankan pemerintahan hingga Majelis Pakar memilih pemimpin tertinggi yang baru.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, militer Israel (IDF) dilaporkan memperkuat kesiagaan dengan menambah pasukan di sejumlah pangkalan dan markas komando. Komando Pusat Israel disebut diperkuat lima kompi tambahan, sementara tingkat kewaspadaan di sepanjang perbatasan ditingkatkan.
Sumber keamanan juga menyebut lalu lintas helikopter militer meningkat signifikan di wilayah udara Israel seiring pemindahan pasukan antarwilayah. Operasi militer dilaporkan menargetkan peluncur rudal serta pangkalan kendaraan udara tak berawak (UAV) yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap garis depan Israel.
Serangan disebut meluas ke beberapa wilayah di Iran, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.
Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, sementara komunitas internasional terus memantau perkembangan terbaru.












