Malang — Hotel Tugu Malang kembali menghadirkan sajian khas Lontong Cap Go Meh sebagai bagian dari perayaan penutup Tahun Baru Imlek. Hidangan tradisi Peranakan tersebut disajikan di Melati Restaurant sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan di tahun yang baru.
Dalam tradisi masyarakat Peranakan, Lontong Cap Go Meh menjadi menu khas yang dinikmati pada hari ke-15 setelah Imlek. Sajian ini tidak hanya dikenal sebagai kuliner, tetapi juga memiliki makna persatuan dan kemakmuran.
Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario, mengatakan kehadiran menu tersebut merupakan upaya menghadirkan kembali cita rasa autentik sekaligus menjaga warisan budaya kuliner Peranakan.
“Melalui sajian ini, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya kaya rasa, tetapi juga sarat nilai sejarah dan tradisi,” ujarnya.
Menu diawali dengan Loempia Oedang yang terinspirasi resep turun-temurun, kemudian dilanjutkan dengan lontong daun, ayam bumbu kuning, udang goreng kering, sambal goreng labu siam, telur petis hitam, sate ayam, serta pelengkap tradisional seperti sagon kelapa, bubuk kedelai, dan emping melinjo.
Sebagai hidangan penutup, ronde tiga warna dalam kuah jahe hangat disajikan sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman, sekaligus melengkapi pengalaman kuliner bernuansa jamuan klasik.
Melalui sajian tersebut, Hotel Tugu Malang menghadirkan perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya berfokus pada kuliner, tetapi juga pelestarian tradisi dan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.












