Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
EkonomiNasional

Heppy Trenggono: Gerakan Beli Indonesia Kunci Bangun Kemandirian Ekonomi

×

Heppy Trenggono: Gerakan Beli Indonesia Kunci Bangun Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Dr (HC) Heppy Trenggono, M.Kom saat menyampaikan pentingnya Gerakan Beli Indonesia untuk bangun kemandirian ekonomi nasional.

Jakarta – Dr (HC) Heppy Trenggono, M.Kom, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia masih terlalu terbuka terhadap produk impor, sementara negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, dan Kanada sudah menerapkan kebijakan proteksionisme.

“Amerika Serikat menetapkan tarif hingga 100% untuk melindungi industri dalam negeri. Sementara di Indonesia, industri strategis seperti tekstil dan baja justru kolaps karena kalah saing dengan produk impor,” ujar Heppy Trenggono pada Sabtu, (12/04/2025).

Menurutnya, lebih dari 60 perusahaan tekstil tutup dan 14.000 pekerja kehilangan pekerjaan akibat serbuan produk impor. “UMKM juga tertekan, omzet turun hingga 60%, sementara pakaian bekas ilegal beredar bebas,” tambahnya.

Ironi Pasar Domestik Terbesar Keempat Dunia

Heppy Trenggono menegaskan, Indonesia memiliki 280 juta penduduk sebagai pasar domestik terbesar keempat dunia, tetapi belum mampu memanfaatkannya. “Kita masih bergantung pada produk asing, bahkan yang kualitasnya rendah atau hasil praktik curang seperti dumping,” tegasnya.

Dia mencontohkan kasus pesawat MA 60 dari China yang dibeli BUMN Merpati, padahal IPTN mampu membuat pesawat lebih baik. “Ini bukti betapa produk lokal sulit berkembang di negeri sendiri,” ujarnya.

Gerakan Beli Indonesia Bangun Nasionalisme Ekonomi

Sejak 2011, Gerakan Beli Indonesia hadir sebagai solusi. “Gerakan ini mengajak masyarakat beli produk lokal untuk bangun ekonomi bangsa,” jelas Heppy Trenggono.

Contoh sukses ada di Kulon Progo, DIY, dimana gerakan ini turunkam kemiskinan 6,25% dalam setahun.

Heppy Trenggono menekankan, gerakan ini bukan sekadar kampanye belanja, tapi pembangunan karakter bangsa. “Dengan nasionalisme ekonomi, kita bisa bangun benteng pertahanan dari dalam,” ungkapnya.

“Jika ‘Buy American’ dan ‘Swadeshi’ bisa ubah sejarah negara mereka, Gerakan Beli Indonesia uga bisa jadi tonggak kemandirian kita,” pungkasnya.

Baca Juga  UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Rp7,5 Miliar di INACRAFT 2026, Buyer Global Mulai Antre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *