Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Majalengka

Harga Kedelai dan Plastik Naik, Pengrajin Tempe Majalengka Beralih ke Daun Pisang

×

Harga Kedelai dan Plastik Naik, Pengrajin Tempe Majalengka Beralih ke Daun Pisang

Sebarkan artikel ini
pengrajin tempe majalengka menggunakan daun pisang sebagai kemasan karena harga kedelai dan plastik naik
Dampak kenaikan harga kedelai dan plastik, pengrajin tempe di Majalengka beralih ke kemasan daun pisang untuk bertahan. (Foto: Ubay/BK)

MAJALENGKA — Kenaikan harga kedelai impor dan bahan kemasan plastik memberikan tekanan berat bagi pengrajin tempe di Desa Pagandon, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Lonjakan harga yang terjadi secara bersamaan membuat pelaku usaha kecil harus mencari cara bertahan, salah satunya dengan mengganti kemasan plastik menjadi daun pisang.

Langkah tersebut dinilai menjadi solusi strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga harga jual tetap terjangkau bagi konsumen.

Salah satu pengrajin tempe, Khaliri, mengatakan kenaikan harga bahan baku sangat terasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Harga kedelai impor sebelumnya Rp9.500 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp11.500 per kilogram. Ditambah harga plastik juga ikut naik,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat produksi tempe menurun drastis. Jika sebelumnya ia mampu mengolah hingga enam kuintal kedelai dalam satu kali produksi, kini hanya sekitar satu setengah kuintal.

Tidak hanya itu, dampak kenaikan harga juga memengaruhi tenaga kerja. Dari sebelumnya memiliki tujuh karyawan, kini produksi hanya dibantu oleh tiga anggota keluarga.

Meski menghadapi kenaikan biaya, Khaliri memilih tidak menaikkan harga jual tempe demi menjaga daya beli masyarakat. Namun, keputusan itu berdampak pada penurunan omzet yang signifikan.

“Omzet turun sampai 80 persen,” katanya.

Para pengrajin berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan baku, agar usaha kecil seperti mereka tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

Baca Juga  10 Kios di Lahan KAI Ditertibkan Akibat Kontrak Tak Diperpanjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *