Malang

GM Archipelago Jatim-Jateng Bahas Strategi Bisnis Hotel Hadapi 2027

×

GM Archipelago Jatim-Jateng Bahas Strategi Bisnis Hotel Hadapi 2027

Sebarkan artikel ini

MALANG – Sebanyak 45 hotel di bawah naungan Archipelago International wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah mengikuti GM Sharing Session di Aston Malang Hotel & Conference Center.

Forum tersebut membahas strategi komersial, penguatan personal branding hotel, serta pengelolaan neraca keuangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan industri perhotelan pada 2027.

General Manager Aston Malang Hotel & Conference Center, Ferdian Indrayana, mengatakan GM Sharing Session digelar rutin setiap satu hingga dua bulan sekali. Forum itu menjadi wadah bagi para GM untuk bertukar pengalaman dan membahas strategi pengelolaan hotel.

“Setiap bulan atau dua bulan sekali kami mengadakan GM Sharing Session. Regional director memberikan motivasi dan strategi tambahan. Kami juga berkumpul bersama GM dari berbagai unit di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk saling berbagi masukan,” ujar Ferdian.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Maha Meru, lantai 12 Aston Malang, tersebut digelar selama sehari, mulai pukul 12.00 hingga 17.30 WIB.

Tiga materi utama dibahas dalam kegiatan itu, yakni strategi komersial melalui online travel agent (OTA), penguatan personal branding hotel, serta pengelolaan balance sheet atau neraca keuangan.

Ferdian menyebut strategi komersial menjadi salah satu materi penting karena perkembangan kanal pemesanan daring menuntut pengelola hotel lebih cermat dalam menjangkau pasar.

Selain strategi komersial, para pimpinan hotel dan kepala departemen membahas penguatan identitas masing-masing hotel melalui personal branding.

“Bagaimana leader dan head of department bisa membangun konsep sehingga setiap personel memiliki personal branding yang mendukung hotel. Itu menjadi salah satu poin penting yang kami bahas,” jelasnya.

Materi lain yang dibahas adalah pengelolaan neraca keuangan. Menurut Ferdian, pemahaman terhadap kondisi finansial diperlukan untuk menjaga keseimbangan bisnis dan pencapaian target perusahaan.

Baca Juga  Atria Hotel Malang Hadirkan Rawon Iga dan Weci Jumbo, Sajian Nostalgia dengan Sentuhan Spesial

Sesi diskusi juga menjadi bagian dari agenda tersebut. Para GM berbagi pengalaman mengenai tantangan dan praktik pengelolaan hotel yang dinilai memberikan hasil positif di masing-masing unit.

“Dari unit lain yang performanya bagus, kami bisa belajar dan saling berbagi pengalaman. Intinya, bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kepada tamu agar target sampai akhir tahun tercapai sekaligus mempersiapkan program tahun depan,” ungkapnya.

Hadapi Efisiensi

Ferdian mengatakan pelaku industri perhotelan perlu membaca perubahan kebutuhan konsumen di tengah kebijakan efisiensi yang dapat memengaruhi sejumlah segmen pasar.

Menurut dia, pasar hotel tidak hanya bergantung pada kegiatan pemerintahan. Segmen travel agent, perusahaan swasta, dan pasar korporasi juga dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran.

“Kami selalu positive thinking dan harus mampu membaca pasar serta situasi. Kalau bicara efisiensi, memang ada segmen pemerintahan, tetapi kami masih punya pasar travel agent dan korporasi swasta yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Ferdian menilai bisnis perhotelan masih memiliki prospek pada 2027. Menurut dia, pengelola hotel perlu membaca peluang, menyusun strategi, dan menjaga kualitas pelayanan.

Untuk Aston Malang, ia berharap kinerja yang telah berjalan dapat dipertahankan dan target serta anggaran perusahaan untuk 2027 dapat direalisasikan.

GM Sharing Session tingkat regional Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut digelar secara bergiliran di sejumlah unit hotel Archipelago International.

“Harapan kami, bisnis Aston Malang yang sudah bagus ini bisa terus dipertahankan. Apa pun yang sudah dianggarkan perusahaan untuk 2027, kami berharap bisa mencapainya dengan strategi yang telah dibagikan dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *