Scroll untuk baca artikel
Banjarmasin

GEPPAK Kalsel Hidupkan Kembali Seni Bela Diri Kuntau, “Mengangkat Batang Terandam”

×

GEPPAK Kalsel Hidupkan Kembali Seni Bela Diri Kuntau, “Mengangkat Batang Terandam”

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum GEPPAK Kalsel H. Saifurrahman bersama tokoh perguruan kuntau dalam pertemuan di Banjarmasin untuk membangkitkan budaya bela diri Banua.
Ketua Umum GEPPAK Kalsel H. Saifurrahman bersama para guru besar perguruan kuntau dalam pertemuan di Banjarmasin, Senin (10/11/2025).

BANJARMASIN – Upaya melestarikan warisan budaya Banua terus digalakkan. Sejumlah perguruan pencak silat dan kuntau di Kalimantan Selatan sepakat bersatu untuk menghidupkan kembali kejayaan seni bela diri tradisional tersebut melalui forum silaturahmi yang digelar di Excelso Duta Mall Banjarmasin, Senin (10/11/2025).

Pertemuan itu diinisiasi Gerakan Pemuda Peduli Adat Kalimantan (GEPPAK) Kalsel di bawah kepemimpinan H. Saifurrahman, dan dihadiri para guru besar serta ketua perguruan kuntau dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Ketua Perguruan Pencak Silat Hasim Harimau Tanah Laut, Tajuddin Noor, menyebut pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan eksistensi kuntau sebagai seni bela diri khas Banua.

“H. Saifurrahman berharap seni budaya kuntau ini bisa terangkat kembali — istilahnya ‘mengangkat batang terandam’. Kami bangga karena GEPPAK memberi perhatian besar kepada perguruan-perguruan di Kalsel,” ujarnya.

Tajuddin menambahkan, pihaknya bersama sejumlah perguruan lain tengah menyiapkan rencana menggelar event Kuntau se-Kalimantan Selatan yang akan memperebutkan piala bergilir Ketua Umum GEPPAK.

“Kami berharap seluruh 13 kabupaten/kota bisa ikut serta. Di Tanah Laut saja ada sekitar 37 perguruan yang aktif. Jika melihat pengalaman Parang Day 2002, jumlah peserta bisa mencapai seribu pendekar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum GEPPAK Kalsel H. Saifurrahman mengatakan, pertemuan ini menjadi langkah awal membangkitkan kembali semangat pelestarian budaya bela diri lokal.

“Hari ini sebagian besar perguruan hadir dan sepakat untuk mengadakan event pertandingan kuntau se-Kalimantan. Sesuai tagline kami, mengangkat batang terandam, ini menjadi simbol kebangkitan budaya Banua,” tuturnya.

Ia memastikan, GEPPAK akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan event berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tapi juga pelestarian budaya. Kami ingin generasi muda kembali mengenal dan mencintai kuntau sebagai bagian dari jati diri Banua,” pungkasnya.

Baca Juga  Polda Kalsel Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Intan 2022, Jelang Idul Fitri 1443H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *