Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jakarta

Empat Orang Dilaporkan Terkait Polemik Ijazah Jokowi, Diduga Sebar Kegaduhan Publik

×

Empat Orang Dilaporkan Terkait Polemik Ijazah Jokowi, Diduga Sebar Kegaduhan Publik

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan, bersama tim hukum dan pendukung saat melaporkan empat orang terkait isu ijazah Presiden Jokowi ke Polres Metro Jakarta Pusat

Jakarta, Bacakabar – Empat individu dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat atas dugaan menyebarkan informasi yang menimbulkan kegaduhan terkait keabsahan ijazah milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Laporan tersebut dilayangkan oleh sekelompok masyarakat yang dipimpin oleh Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan, Rabu (23/4/2025).

Mereka yang dilaporkan masing-masing berinisial RS, RSN, RF, dan seorang perempuan berinisial TT. Diduga, keempatnya terlibat dalam penyebaran narasi yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami menilai isu ini sengaja dihembuskan kembali untuk memancing kegaduhan dan merusak ketertiban sosial. Padahal, pihak UGM sudah sangat jelas menyatakan bahwa Bapak Jokowi adalah alumni resmi mereka,” ujar Andi usai membuat laporan.

Kuasa hukum pelapor, Rusdiansyah, mengonfirmasi bahwa laporan mereka telah diterima dengan nomor registrasi LP/B/978/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

“Mereka kami laporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Yang bersangkutan termasuk mantan pejabat negara dan seorang tokoh perempuan,” jelas Rusdiansyah.

Ia menegaskan bahwa laporan ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang sengaja memutarbalikkan fakta dan menciptakan keraguan publik terhadap tokoh negara.

Sebelumnya, Universitas Gadjah Mada telah secara resmi menyatakan bahwa Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan dan telah menyelesaikan pendidikan sarjananya secara sah dan legal di kampus yang berdiri sejak 1949 itu.

Kasus dugaan ijazah palsu Jokowi sendiri sempat mencuat pada masa lalu, namun telah dinyatakan selesai karena tidak ditemukan bukti yang dapat memperkuat tuduhan tersebut.

Andi Kurniawan pun mengajak seluruh pihak untuk berhenti menyebarkan isu yang tidak berdasar dan tidak terverifikasi, apalagi menjelang tahun-tahun politik yang rawan provokasi.

“Mari kita fokus pada pembangunan dan menjaga stabilitas bangsa. Cukup sudah masyarakat dibingungkan dengan hoaks dan fitnah,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemuda Lintas Iman Soroti Peran Perdamaian dalam Youth Empowerment Peace Class

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *