Kotabaru

Dongkrak Potensi Ekonomi Lokal, Kodim 1004/Kotabaru Dukung Program Pendampingan Pembangunan MBG

×

Dongkrak Potensi Ekonomi Lokal, Kodim 1004/Kotabaru Dukung Program Pendampingan Pembangunan MBG

Sebarkan artikel ini
Dandim 1004/Kotabaru, Letkol Inf. Bayu Oktavianus Sudibyo, saat diwawancarai awak media ini di kantornya, Senin (16/6/2025).

KOTABARU – Komando Distrik Militer (Kodim) 1004/Kotabaru mengambil peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan pembangunan Dapur Makan Bergizi (MBG) serta pengembangan lahan pertanian.

Adanya program tersebut diarahkan untuk memperkuat akses gizi masyarakat sekaligus mendongkrak potensi ekonomi lokal.

Komandan Kodim 1004/Kotabaru, Letkol Inf. Bayu Oktavianus Sudibyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah inisiatif konkrit di lapangan, termasuk mencetak sawah baru dan menyiapkan distribusi bahan pangan untuk mendukung dapur bergizi.

“Saat ini program ketahanan pangan dibagi dua zona besar, Pulau Laut dan daratan utama Kotabaru. Pelaksanaannya masih terus berjalan dan kami akan kawal ketat,” kata Bayu saat ditemui awak media, Senin (16/6/2025).

Hingga pertengahan Juni, satu unit dapur makan bergizi telah beroperasi di Desa Semayap dengan kapasitas hingga 3000 siswa. Dua dapur berikutnya sedang disiapkan, masing-masing di Serongga (Kelumpang Hilir) dan Lontar (Pulau Darat). Tahap keempat direncanakan dibuka di Pulau Timur.

“Harapannya, setiap kecamatan bisa memiliki minimal satu dapur. Saat ini ada 22 kecamatan di Kotabaru,” ujarnya.

Letkol Bayu juga menegaskan bahwa Kodim hanya bertindak sebagai pendamping lapangan. Pembangunan fisik dan operasional dapur MBG merupakan program Badan Gizi Nasional (BGN). Sementara itu, dukungan dari pemerintah daerah masih dalam tahap koordinasi.

“Rencananya pembiayaan dapur akan dibagi dua, antara pusat dan APBD. Namun sampai sekarang, realisasinya belum berjalan,” ujar Bayu.

Untuk menjamin keberlangsungan program, Kodim turut bersinergi dengan pihak kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan mengeliminasi mis informasi serta provokasi negatif yang berpotensi menghambat pelaksanaan.

Tak hanya sektor konsumsi, program ini juga memberi dampak langsung pada produksi lokal. Saat ini, cetak sawah seluas 4.000 hektare telah direalisasikan dari target 9.000 hektare. Lokasinya tersebar di Pulau Timur dan wilayah seberang seperti Lontar.

Baca Juga  Kotabaru Dorong Minat Baca Lewat Bedah Buku Karya Penulis Lokal

“Kita dorong agar kebutuhan dapur seperti telur, ayam, tahu, tempe, bahkan buah-buahan, bisa disuplai dari pelaku UMKM lokal, bukan dari luar daerah. Ini peluang ekonomi,” katanya.

Bayu mencontohkan potensi pertanian jeruk lokal (jeruk madang) yang tumbuh baik di lahan rawa Stagen. Menurutnya, inovasi semacam ini perlu terus dikembangkan agar kemandirian pangan Kotabaru tidak hanya berbasis konsumsi, tetapi juga produksi.

“Jika program ini konsisten, masyarakat tak hanya sehat secara gizi, tapi juga lebih berdaya secara ekonomi. Kita optimis ini akan tumbuh menjadi gerakan besar untuk masa depan,” tutup Bayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *