Sukamara, bacakabar – Proses pergantian kepemimpinan di tubuh Koperasi Unit Desa (KUD) Produsen Sejahtera, Desa Bangun Jaya, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, memunculkan tanda tanya. Berdasarkan informasi dari sejumlah narasumber yang merupakan anggota koperasi, pengunduran diri Ketua KUD berlangsung mendadak dan tidak melalui mekanisme yang sesuai.
Sumber menyebut, pengangkatan ketua baru dilakukan secara cepat tanpa melalui musyawarah anggota atau laporan resmi kepada dinas teknis terkait. Mereka menduga proses tersebut sarat kepentingan dan dilakukan di luar prosedur yang berlaku.
“Pengunduran diri itu mendadak dan tidak dibicarakan dalam rapat resmi. Tahu-tahu sudah ada pengurus baru,” ungkap salah seorang anggota koperasi.
Bahkan sumber menyebut ketua baru hanyalah simbol, sedangkan pengendalian koperasi tetap dipegang oleh pihak lama. Mereka juga menyoroti dugaan pemufakatan tersembunyi terkait pengelolaan dana miliaran rupiah milik koperasi.
“Ini bukan sekadar pergantian biasa. Kami menduga ada kesepakatan jatah, apalagi yang dikelola ini dana besar,” ujar narasumber lainnya.
Pejabat Dinas teknis yang ditemui awak media mengaku belum menerima laporan apa pun mengenai pengunduran diri maupun pengangkatan pengurus baru KUD Produsen Sejahtera. Ia menyebut setiap pergantian pengurus koperasi wajib dilaporkan secara resmi dan dibuktikan melalui berita acara rapat anggota.
“Proses pergantian harus melalui rapat anggota dan dilaporkan ke kami. Kalau tidak, itu menyalahi aturan,” kata pejabat tersebut.
Upaya media menghubungi mantan ketua, ketua baru, dan bendahara koperasi belum membuahkan hasil. Salah satu di antaranya bahkan memblokir nomor wartawan. Seorang kerabat menyebut mantan ketua sedang berada di Jawa, namun sumber lain menyatakan ia masih berada di desa dan enggan memberi keterangan.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap Bupati Sukamara dan dinas teknis terkait segera turun tangan untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran dalam tubuh koperasi tersebut.
“Kami minta ini tidak dibiarkan. Pemerintah daerah harus turun dan memanggil pihak-pihak terkait agar semuanya terang benderang,” ujar tokoh masyarakat Desa Bangun Jaya.












