Daeng Anshar menuntaskan perjalanan lintas benua yang tidak lazim. Selama tujuh bulan, pria yang akrab disapa Om Daeng itu mengendarai sepeda motor Yamaha XMAX dari Indonesia menuju Arab Saudi, menempuh jarak lebih dari 27.000 kilometer dan melintasi 12 negara.
Perjalanan tersebut bukan sekadar petualangan darat. Om Daeng membawa satu tujuan utama: menunaikan ibadah umrah dan bersujud langsung di depan Ka’bah. Rute yang dilaluinya membentang dari kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga Timur Tengah, dengan beragam tantangan alam dan situasi geopolitik.
Dari jalanan mulus di sejumlah negara hingga bentang alam ekstrem, perjalanan Om Daeng kerap dihadapkan pada suhu yang berubah drastis, kondisi jalan yang sulit diprediksi, serta proses pemeriksaan ketat di sejumlah perbatasan negara. Salah satu titik paling menegangkan dialaminya saat melintasi Afghanistan, wilayah yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi dan dijaga ketat oleh aparat Taliban.
Di wilayah tersebut, Om Daeng harus mengikuti prosedur keamanan yang ketat. Namun di balik situasi yang kerap digambarkan mencekam, ia justru menemukan pengalaman yang tidak sepenuhnya sesuai dengan bayangannya. Interaksi yang dijalaninya berlangsung tanpa insiden, meski tetap dalam pengawasan aparat setempat.
Perjalanan panjang itu mencapai puncak emosional ketika Om Daeng memasuki fase akhir menuju Tanah Suci. Momen paling menggetarkan, menurutnya, adalah saat ia berhenti sejenak, menanggalkan jaket touring yang selama berbulan-bulan menempel di tubuhnya, lalu mengenakan kain ihram.
Di balik kemudi motor yang telah membawanya ribuan kilometer, dua lembar kain putih tak berjahit menjadi simbol penyerahan diri sepenuhnya. Bagi Om Daeng, perjalanan ini bukan hanya tentang jarak dan negara yang dilewati, tetapi juga tentang keteguhan niat, kesabaran, dan keyakinan dalam mengejar tujuan spiritual.











