Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tasikmalaya

Camilan Ikan Kriuk Karya UMKM Tasikmalaya Tembus Hong Kong, Berawal dari Limbah Jadi Produk Ekspor

×

Camilan Ikan Kriuk Karya UMKM Tasikmalaya Tembus Hong Kong, Berawal dari Limbah Jadi Produk Ekspor

Sebarkan artikel ini
Camilan ikan kriuk produksi UMKM Andini Fish & Food siap dikemas untuk dikirim ke pasar lokal dan internasional, hasil inovasi dari ikan kecil yang dulu tak bernilai.

Tasikmalaya, Bacakabar – Siapa sangka, ikan-ikan kecil yang dulu dibuang kini menjadi produk ekspor yang digemari hingga ke Hong Kong. Berkat inovasi dan sentuhan kreativitas, UMKM asal Tasikmalaya berhasil mengangkat potensi lokal menjadi camilan kekinian yang diminati pasar internasional.

Adalah Siti Nurjanah, pelaku UMKM asal Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, yang sukses mengolah limbah ikan budidaya menjadi snack renyah bernama Andini Fish & Food. Ide bisnis ini lahir dari keprihatinannya pada tahun 2019, ketika ikan hasil ternak suaminya kerap tidak laku karena ukurannya kecil. Daripada dibuang, Siti memilih menyulapnya menjadi camilan dengan berbagai rasa unik seperti keju, pedas, lada hitam, bahkan cokelat.

“Anak-anak biasanya susah makan ikan. Tapi sejak ada camilan kriuk ini, mereka malah ketagihan. Varian rasa seperti keju dan pedas jadi favorit,” ujar Siti saat diwawancarai pada Jumat, 9 Mei 2025.

Lewat teknik khusus dalam proses pembersihan, pembumbuan, hingga penggorengan, camilan ini bebas bau amis, bertekstur garing, dan bisa bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet. Tak hanya itu, produk ini juga telah bersertifikat halal, membuatnya makin dipercaya konsumen.

Setelah mendapatkan pelatihan digital dari UMK Academy 2024 serta mengikuti ajang Pertamina SMEXPO di Bandung, Andini Fish & Food makin berkembang. Siti berhasil menggandeng lima reseller aktif baru dan memperluas pemasaran ke kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, dan Surabaya. Permintaan juga datang dari pengusaha travel haji dan umrah, karena produk ini praktis dan tahan lama.

Puncak pencapaiannya adalah saat ekspor perdana ke Hong Kong berhasil dilakukan, dengan jumlah pengiriman mencapai 500 bungkus. Ini menjadi bukti bahwa produk kampung pun bisa bersaing di pasar global.

Baca Juga  Dimas Batik: Bertahan dengan Lilin, Menembus Pasar Global
Siti Nurjanah, pemilik Andini Fish & Food, menunjukkan camilan ikan kriuk hasil inovasi yang sukses menembus pasar ekspor hingga Hong Kong.

Untuk memenuhi permintaan pasar, produksi meningkat signifikan hingga menggunakan dua kuintal ikan hidup per bulan. Siti memberdayakan 14 warga sekitar, mayoritas ibu-ibu dan janda, untuk membantu proses produksi. Hal ini tak hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga mengubah kebiasaan warga menjadi lebih produktif.

Dukungan dari Pertamina juga menjadi faktor penting. Melalui program UMKM binaan sejak 2022, Andini Fish & Food menerima pendanaan Rp120 juta yang digunakan untuk menambah kolam budidaya ikan, membeli mesin aerator, sistem bioflok, dan alat pengaduk pakan.

“Pertamina bangga bisa mendampingi pelaku usaha seperti Bu Siti. Produk ini tak hanya menciptakan nilai tambah dari limbah, tapi juga menggerakkan ekonomi desa dan membuka lapangan kerja. Ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Eko Kristiawan, Area Manager Comm, Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat.

Dengan mengusung slogan “Ikan Kecil, Harapan Besar”, Andini Fish & Food membuktikan bahwa inovasi dari desa bisa mendunia. Tak sekadar camilan, produk ini menjadi simbol transformasi ekonomi berbasis kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *