KOTABARU — Kepemimpinan baru di Perum Bulog Kantor Cabang Kotabaru langsung dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas pangan di wilayah kepulauan. Kepala Cabang Bulog Kotabaru yang baru, Moch Faizal, menegaskan komitmennya memastikan ketersediaan beras tetap aman dan harga terjaga di tengah dinamika distribusi daerah.
Faizal mengatakan Bulog memiliki peran strategis sebagai penyangga ketahanan pangan, terutama melalui pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menjadi kebijakan nasional pemerintah.
“Bulog harus hadir di tengah masyarakat. Kami memastikan stok beras cukup dan harga tetap terkendali melalui penyaluran SPHP,” ujar Faizal.
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), toko mitra Bulog, hingga operasi pasar murah yang digelar bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Upaya ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi.
Untuk wilayah kepulauan dan daerah yang sulit dijangkau, Bulog Kotabaru menambah titik distribusi agar pasokan tidak terputus.
“Kami bekerja sama dengan TNI dan Polri agar distribusi bisa menjangkau daerah pelosok. Prinsipnya, masyarakat harus tetap bisa mendapatkan beras dengan harga yang wajar,” katanya.
Faizal memastikan stok beras di gudang Bulog dalam kondisi aman. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan.
“Tidak perlu panic buying. Stok cukup dan distribusi terus berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, Faizal mengakui tantangan geografis masih menjadi kendala utama. Akses darat dan laut yang terbatas membuat biaya logistik meningkat, terutama untuk wilayah kepulauan.
“Dalam kondisi tertentu kami harus menggunakan kendaraan kecil atau speedboat. Ini tentu berdampak pada biaya distribusi,” jelasnya.
Ke depan, Bulog Kotabaru berupaya memperbaiki pola distribusi agar lebih efisien dan merata. Selain itu, Bulog juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan petani lokal untuk meningkatkan penyerapan hasil panen.
Melalui keterlibatan aktif dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bulog berupaya menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan harga pangan.
“Kami berharap produksi lokal terus meningkat. Jika hasil panen naik, Bulog siap menyerap dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat,” kata Faizal.
Ia menegaskan, arah kebijakan Bulog Kotabaru ke depan bertumpu pada satu tujuan utama: menjaga pangan tetap tersedia, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kotabaru.












