Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga memperoleh Rating ESG A dari MSCI ESG Research LLC berdasarkan penilaian per Desember 2025. Peringkat ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berada di level BBB, sekaligus menempatkan perusahaan pada kategori kinerja ESG kuat di sektor energi hilir.
Penilaian MSCI dilakukan menggunakan pendekatan industry-adjusted ESG risk assessment, yang membandingkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dengan pelaku usaha sejenis dalam industri yang sama. Dalam sistem klasifikasi Global Industry Classification Standard (GICS), Pertamina Patra Niaga masuk dalam kelompok Oil & Gas Refining & Marketing, sektor yang memiliki tingkat risiko ESG relatif tinggi.
MSCI menilai sejumlah isu utama dalam sektor tersebut, antara lain emisi karbon, keselamatan operasional, tata kelola perusahaan, serta relasi dengan masyarakat. Kinerja pada aspek-aspek inilah yang menjadi dasar penentuan peringkat.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan capaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis.
“ESG menjadi bagian dari kerangka pengambilan keputusan kami, terutama dalam pengelolaan lingkungan, penguatan tata kelola, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam laporan MSCI ESG Rating 2025, Pertamina Patra Niaga mencatat skor maksimal 10 (best in class) pada indikator Carbon Emissions. MSCI menempatkan perusahaan di kuartil teratas dibandingkan perusahaan sejenis di industri Oil & Gas Refining, Marketing, Transportation & Storage.
Menurut MSCI, intensitas karbon Pertamina Patra Niaga tercatat jauh lebih rendah dibanding rata-rata industri, dengan estimasi sekitar 97 persen lebih rendah dibandingkan perusahaan sejenis.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, yang juga memimpin inisiatif ESG perusahaan, menyebut peringkat tersebut sebagai indikator konsistensi transformasi bisnis.
“Peringkat ESG A mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengelola risiko lingkungan dan sosial. Namun capaian ini tetap menjadi pekerjaan yang harus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
Pertamina Patra Niaga juga menyatakan dukungannya terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060 nasional serta sejumlah agenda Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan bahan bakar rendah emisi, program tanggung jawab sosial, dan penguatan tata kelola internal.












