Pelaihari — Menghadapi bonus demografi yang kian dekat, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut mulai memetakan potensi generasi mudanya. Sebanyak 30 pemuda terpilih dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pemuda bertajuk “Leadership for Impact: Membentuk Pemimpin Visioner, Tangguh, dan Kolaboratif” di Aula Sinar Hotel Pelaihari, Rabu (11/02/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu tidak hanya berisi materi motivasional. Dispora menggandeng Unit BCTI Yayasan Hasnur Centre untuk melakukan mapping talent atau pemetaan bakat terhadap seluruh peserta. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan personal masing-masing pemuda agar dapat diarahkan sesuai potensi dan kebutuhan pembangunan daerah.
Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, menjelaskan bahwa pendekatan pemetaan talenta dipilih agar pengembangan kepemudaan tidak berjalan sporadis. Dengan data potensi yang lebih terukur, pemerintah daerah dapat merancang intervensi pembinaan yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat desa maupun kelurahan.
Selain pemetaan bakat, peserta mendapatkan materi komunikasi kepemimpinan, manajemen perencanaan strategis, penguatan karakter, hingga kerja tim dan kolaborasi. Narasumber berasal dari Hasnur Centre, Dispora Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua DPD KNPI Kalsel, serta alumni Lemhannas RI.
Dispora menyebut pelatihan ini menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang Tanah Laut 2025–2045. Pemerintah daerah menempatkan pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, sekaligus agen perubahan yang akan menentukan kualitas pembangunan di masa mendatang.
Di luar pelatihan ini, Dispora Tanah Laut juga menyiapkan sejumlah program lanjutan pada 2026, seperti Pemuda Pelopor, dukungan wirausaha muda pemula, hingga kolaborasi riset kepemudaan bersama perguruan tinggi.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya sistematis menyiapkan generasi produktif agar tidak hanya menjadi bagian dari statistik bonus demografi, tetapi mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.












