Surabaya, Bacakabar – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur akibat gangguan atmosfer yang berlangsung sejak 10 hingga 17 Mei 2025.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyebut tiga gelombang atmosfer—Equatorial Rossby, Low, dan Kelvin—sedang bergerak menuju Jawa Timur. Ketiga sistem ini mempercepat pembentukan awan hujan skala besar.
“Pertumbuhan awan Cumulonimbus terjadi sangat cepat karena atmosfer labil dan udara sangat jenuh dari bawah hingga atas,” jelas Taufiq Kamis, (15/5/2025).
BMKG mengidentifikasi 13 wilayah yang berisiko mengalami hujan lebat, angin kencang, petir, hingga puting beliung. Wilayah itu meliputi Banyuwangi, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, Kota Batu, Malang, Bondowoso, Jember, Blitar, Kediri, Ponorogo, dan Lumajang.
Taufiq menekankan pentingnya kewaspadaan publik meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau. Ia meminta masyarakat menunda perjalanan jika cuaca memburuk dan rutin memantau informasi dari kanal resmi BMKG.
“Utamakan keselamatan. Jika langit gelap atau hujan deras turun, jangan paksakan aktivitas luar ruangan,” ujarnya.












