Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Malang

Belasan Siswa dan Guru MTs di Kepanjen Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Mengalami Keracunan Makanan

×

Belasan Siswa dan Guru MTs di Kepanjen Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Mengalami Keracunan Makanan

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi makanan dalam kotak saji, digunakan sebagai gambar pendukung pemberitaan.
Ilustrasi hidangan makanan yang disajikan dalam wadah. Foto ini bukan merupakan makanan yang diduga menyebabkan gejala pada siswa MTs Alkhalifah.

MALANG – Suasana di MTs Alkhalifah, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang mendadak panik pada Kamis (23/10/2025). Belasan siswa dan guru mengalami gejala mual, muntah, serta nyeri perut setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.

Pihak sekolah langsung melakukan penanganan darurat dan mengevakuasi para korban ke RSUD Kanjuruhan Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

Staf Sub Koordinator Humas dan Pemasaran RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Lukito Condro, menjelaskan bahwa sebanyak 18 orang terdiri dari 16 siswa dan 2 guru tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Mereka datang dengan keluhan mual, muntah, dan nyeri perut. Petugas medis langsung melakukan pemeriksaan serta penanganan. Saat ini kondisi seluruh pasien telah berangsur membaik,” ujar Lukito.

Seluruh pasien sempat menjalani observasi intensif di IGD sebelum diperbolehkan pulang secara bertahap setelah kondisi stabil.

Pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah melakukan penelusuran terhadap sumber makanan yang dikonsumsi. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dibagikan dalam program Menu Bekal Gratis (MBG) di sekolah tersebut.

Salah satu guru yang enggan disebut identitasnya membenarkan bahwa keluhan muncul tak lama setelah waktu makan siang.

“Awalnya hanya satu dua siswa yang mengeluh pusing dan mual. Tidak lama kemudian jumlahnya bertambah. Kami segera berkoordinasi dengan puskesmas dan membawa mereka ke rumah sakit,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang masih menunggu hasil uji laboratorium terkait sampel makanan yang diambil dari sekolah.

Pihak sekolah menyatakan akan melakukan evaluasi bersama pengelola program agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga  Baznas dan Grand Mercure Malang Gelar Gebyar Lailatul Qadar untuk 1.000 Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *