Kotabaru – Lapas Kelas IIA Kotabaru berkerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP) Kotabaru serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru menggelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam, kebakaran dan penyelamatan pada Sabtu, (26/10/2024).
Dalam sambutanya, Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan penghuni Lapas terhadap potensi bencana.
“Melalui simulasi ini, kita dapat mengukur kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi serta masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Doni.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari warga binaan Lapas. Mereka diberikan pelatihan tentang cara-cara evakuasi yang aman dan langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi kebakaran.
“Kami berharap dengan pelatihan ini, penghuni Lapas dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat,” tegas Doni.
Ditambahkannya, kegiatan ini merupakan rutinitas yang pihaknya laksanakan hampir setiap tahun. Untuk tahun ini, ada arahan dari pimpinan untuk melakukan persiapan terkait potensi Megatrust.
“Kami juga sudah membuat jalur evakuasi dan titik kumpul yang sudah kami sosialisasikan. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan pembentukan tim internal dan kader-kader yang membantu kami serta warga binaan itu sendiri,” Ucap Doni
Kabid Pencegahan dan Kearsipan BPBD Kotabaru, Lathifu Arsyiono, menjelaskan pentingnya pemahaman mendalam tentang berbagai jenis bencana alam dan langkah-langkah efektif untuk penanggulangannya.
“Dengan adanya sosialisasi dan simulasi ini, diharapkan masyarakat Kotabaru dan warga binaan Lapas Kotabaru memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penanggulangan bencana,” ucap Lathifu.
“Kami harap agar terus memberikan edukasi dan pelatihan guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat dan penghuni Lapas Kelas IIA Kotabaru dapat meningkat, sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana.
Dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana. Serta diajak untuk berlatih menghadapi skenario bencana alam, termasuk teknik memadamkan api kebakaran. Acara simulasi ini berlangsung dengan lancar, menunjukkan kerja sama yang baik antara semua pihak yang terlibat,” tutupnya. [Sal]












