BATULICIN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanah Bumbu mulai mengintegrasikan data pajak dan retribusi daerah menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) 3D. Sistem tersebut diperkenalkan melalui inovasi AKSI TEGAS untuk memperbaiki akurasi data sekaligus memudahkan akses informasi perpajakan.
AKSI TEGAS merupakan singkatan dari Akurasi Eviden Integrasi Geospasial dengan Mitra Strategis. Program ini diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi, demonstrasi fitur GIS 3D, dan peluncuran awal di Gedung Sekretariat PKK Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (4/11/2026).
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menilai pemanfaatan teknologi digital diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan.
Hal itu disampaikan melalui sambutannya yang dibacakan Kepala Bapenda Tanah Bumbu, Wiwit Eka Dewi, sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Bupati menekankan tiga hal yang harus diperhatikan dalam penerapan AKSI TEGAS, yakni komitmen pelayanan informasi, kerja sama dengan mitra strategis untuk memastikan keakuratan data, serta keberlanjutan pengembangan sistem.
Melalui teknologi GIS 3D, data pendapatan daerah akan diintegrasikan dengan informasi geografis sehingga dapat disajikan secara spasial. Sistem ini juga disiapkan untuk mendukung pemantauan data bersama perangkat daerah dan mitra terkait.
Namun, penerapan sistem tersebut membutuhkan kesesuaian data dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengelola pendapatan dan retribusi.
Karena itu, Bapenda menggelar bimbingan teknis penginputan data pendukung bagi pejabat dan staf teknis SKPD. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penyelarasan data sebelum diintegrasikan ke dalam aplikasi berbasis GIS.
Pemkab Tanah Bumbu menargetkan integrasi tersebut dapat meningkatkan validitas informasi pendapatan daerah sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai pajak dan retribusi.
Peluncuran program turut dihadiri Ketua Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah (TAP2D) Tanah Bumbu Murtir Jeddawi, anggota TAP2D Muhammad Arif, perwakilan Badan Pertanahan Nasional, Jasa Raharja, UPPD Samsat Batulicin, PPAT, Bank Kalsel Cabang Batulicin, serta jajaran SKPD dan camat.






