TANAH BUMBU – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat ASN 2026 di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (2/11/2026).
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Eryanto Rais, mengatakan keikutsertaan ASN dalam pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pertahanan negara dan peningkatan kesadaran bela negara.
Menurutnya, nilai kedisiplinan, integritas, loyalitas, patriotisme, dan tanggung jawab yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan peserta dalam lingkungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Keikutsertaan ASN Pemkab Tanah Bumbu dalam Komcad tidak hanya menjadi bagian dari penguatan pertahanan negara, tetapi juga mendukung terwujudnya aparatur yang profesional, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Eryanto.
Pelatihan tersebut diikuti ASN dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kalsel. Upacara pembukaan dipimpin Plh. Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Mayor Jenderal TNI Totok Imam Santoso.
Program pelatihan berlangsung sekitar satu setengah bulan. Dalam arahannya, Totok menjelaskan materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan kemiliteran, tetapi juga pembentukan karakter, moral, perilaku, pola pikir, dan kedisiplinan.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, para ASN dapat kembali ke instansinya dan menjadi teladan bagi rekan kerja dalam menunjukkan perilaku sebagai seorang patriot sejati,” ujarnya.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyebut keikutsertaan ASN dalam Komcad sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas Presiden, khususnya penguatan kesadaran bela negara.
Ia mengatakan bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, tetapi juga seluruh warga negara.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama kabupaten/kota se-Kalsel mendukung penuh program atau Asta Cita Presiden Indonesia. Persoalan kesadaran bela negara juga telah masuk dalam RPJMD masing-masing pemerintah daerah,” kata Galuh.
Ia berharap peserta dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dan menjadi penggerak kesadaran bela negara di instansi masing-masing.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa ditularkan. Mereka nantinya menjadi agen-agen yang kembali ke pemerintah daerah masing-masing untuk menyadarkan seluruh ASN di Kalimantan Selatan tentang pentingnya kesadaran bela negara,” ujarnya.
Pembukaan pelatihan juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bantuan keuangan antara Gubernur Kalimantan Selatan dan para bupati serta wali kota se-Kalsel.






