BANJARMASIN – Bank Kalsel memerlukan waktu hampir dua tahun untuk mempersiapkan layanan devisa sebelum resmi beroperasi pada 22 Juni 2026.
Pejabat Bank Kalsel, Suwanto, mengatakan persiapan dimulai sejak awal 2024 dengan membentuk tim yang melibatkan berbagai divisi untuk memenuhi persyaratan sebagai bank devisa.
Menurutnya, dokumen perizinan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni 2025. Setelah melalui proses evaluasi, Bank Kalsel memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025.
“Dalam izin tersebut masih terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, yakni lima pilar dengan total 53 item. Alhamdulillah seluruh persyaratan itu berhasil kami selesaikan pada 29 Mei 2026,” ujarnya.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Bank Kalsel melaksanakan simulasi operasional selama lima hari kerja pada Juni 2026 yang turut dipantau OJK.
Suwanto mengatakan, OJK kemudian menerbitkan izin operasional layanan devisa pada 17 Juni 2026. Layanan tersebut selanjutnya resmi diluncurkan pada 22 Juni 2026 setelah menyesuaikan jadwal Gubernur Kalimantan Selatan.
“Dari awal 2024 hingga resmi diluncurkan, prosesnya kurang lebih memakan waktu dua tahun,” katanya.












