MAJALENGKA – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Majalengka sejak Januari 2026 mengakibatkan puluhan hektare sawah di Desa Pangkalan Pari, Kecamatan Jatitujuh, terendam banjir. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran petani akan potensi gagal panen.
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cimanuk yang merendam sekitar 20 hektare lahan persawahan. Selain area pertanian, genangan air juga meluas hingga ke pemakaman umum serta akses jalan desa di wilayah Blok Enca, RT 02/RW 02, Desa Pangkalan Pari, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Warga setempat, Masikin, menyebut banjir yang berulang setiap musim hujan menimbulkan kerugian bagi warga. Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan tanggul permanen di sepanjang aliran Sungai Cimanuk sebagai solusi jangka panjang.
“Banjir ini hampir selalu terjadi saat hujan deras. Kami berharap ada penanganan permanen agar kerugian warga tidak terus berulang,” ujar Masikin.
Menurutnya, sekitar 300 kepala keluarga atau kurang lebih 900 jiwa di Desa Pangkalan Pari berada dalam ancaman banjir apabila intensitas hujan tinggi kembali terjadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Majalengka, Didi Rasidin, menyampaikan bahwa banjir akibat luapan Sungai Cimanuk tidak hanya berdampak di satu wilayah. Sedikitnya tiga desa di dua kecamatan terdampak akibat tingginya curah hujan.
BPBD mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Majalengka masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.






