Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Laut

Data Polisi: Kelalaian Pengendara Picu 92 Kasus Kecelakaan di Tanah Laut

×

Data Polisi: Kelalaian Pengendara Picu 92 Kasus Kecelakaan di Tanah Laut

Sebarkan artikel ini
Polisi memeriksa minibus rusak berat setelah kecelakaan lalu lintas di jalan nasional pada malam hari
Petugas Satlantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada kendaraan minibus yang mengalami kerusakan parah akibat kecelakaan lalu lintas di ruas jalan nasional pada malam hari.

Pelaihari — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Laut mencatat angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya sepanjang 2025 menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan. Sepanjang tahun itu, polisi merekam 103 kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Tanah Laut.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut, IPTU Aditya Dikav, mengatakan kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa yang signifikan. “Dari total kejadian, tercatat 53 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 128 orang luka ringan,” ujarnya.

Data kepolisian menunjukkan mayoritas kecelakaan terjadi di jalan nasional dengan 72 kejadian. Sisanya terjadi di jalan desa sebanyak 18 kasus dan jalan kabupaten 13 kasus.

Berdasarkan waktu kejadian, kecelakaan paling sering terjadi pada rentang 15.00–18.00 Wita dengan 23 peristiwa. Disusul pukul 12.00–15.00 Wita sebanyak 19 kejadian, pukul 06.00–09.00 Wita sebanyak 15 kejadian, serta pukul 18.00–21.00 Wita sebanyak 14 kejadian.

Dari sisi pelaku, polisi mencatat 68 orang merupakan warga Kabupaten Tanah Laut, sementara 28 orang berasal dari luar daerah. Kelompok usia pelaku didominasi rentang 22–29 tahun sebanyak 19 orang, disusul usia 17–21 tahun dan di atas 60 tahun masing-masing 14 orang.

Sementara korban kecelakaan didominasi warga Tanah Laut dengan jumlah 96 orang, sedangkan 27 korban lainnya berasal dari luar daerah. Kelompok usia korban terbanyak berada pada rentang 20–24 tahun sebanyak 40 orang, diikuti usia 15–19 tahun sebanyak 26 orang.

Polisi menilai faktor penyebab kecelakaan paling dominan adalah kelalaian pengendara yang tercatat dalam 92 kejadian. Bentuk kelalaian meliputi berbelok tanpa memperhatikan arus lalu lintas, melanggar marka dan rambu, ceroboh saat menyalip, hingga kurang waspada terhadap kondisi jalan.

Selain faktor manusia, kondisi jalan juga berkontribusi terhadap kecelakaan, yakni jalan berlubang sebanyak 6 kejadian dan jalan licin atau tergenang air sebanyak 5 kejadian.

Baca Juga  Polres Banjar Gelar Apel Operasi Zebra Intan 2025, Tekankan Penegakan Humanis dan Pencegahan Kecelakaan

Jika dilihat dari kondisi ruas, kecelakaan paling banyak terjadi di jalan lurus dengan 85 kejadian, disusul jalan menikung dan persimpangan masing-masing 8 kejadian, serta jembatan 2 kejadian.

IPTU Aditya menegaskan tingginya angka korban meninggal dunia menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Pihaknya menargetkan berbagai langkah pencegahan pada 2026 untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Tanah Laut.

“Kecelakaan sebagian besar diawali pelanggaran lalu lintas. Kami mengajak masyarakat lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *