Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Lubang Bekas Tambang Makan Korban, Anak 12 Tahun Tenggelam di Tanah Laut

×

Lubang Bekas Tambang Makan Korban, Anak 12 Tahun Tenggelam di Tanah Laut

Sebarkan artikel ini
Lubang bekas tambang batu bara di Desa Kintap Kecil Tanah Laut tempat anak dilaporkan tenggelam
Kondisi lubang bekas tambang batu bara di Desa Kintap Kecil, Kabupaten Tanah Laut, lokasi seorang anak dilaporkan tenggelam, Jumat (9/1/2026).

TANAH LAUT, Kalimantan Selatan — Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dilaporkan tenggelam di lubang bekas galian tambang batu bara yang sudah tidak aktif di Desa Kintap Kecil, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (9/1/2026) sore.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan koordinasi pencarian korban.

“Benar, ada laporan anak tenggelam di bekas galian tambang. Saat ini kami masih berada di lokasi bersama tim terkait,” kata Ahmad Baysory saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Korban bernama Aisa Nabila (12), warga Desa Kintap Kecil. Saat kejadian, korban diketahui berada di sekitar area bekas galian tambang bersama beberapa temannya.

Diduga, korban terpeleset atau masuk ke lubang bekas tambang yang telah terisi air. Kedalaman lubang serta kondisi air yang keruh menyulitkan upaya pertolongan awal oleh warga sekitar.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Kintap bersama aparat desa, BPBD, pemadam kebakaran, serta pihak terkait langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian.

Area bekas galian tambang tersebut diketahui berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Arutmin Indonesia. Polisi telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko lanjutan.

Hingga Jumat malam, korban masih dalam pencarian. Proses pencarian terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan.

Peristiwa ini kembali menyoroti potensi bahaya lubang bekas tambang yang tidak direklamasi secara optimal, terutama bagi keselamatan anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Baca Juga  2 Korban Kapal Tenggelam Ditemukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *