Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Anak Tenggelam di Lubang Eks Tambang Batu Bara Tanah Laut Ditemukan Meninggal

×

Anak Tenggelam di Lubang Eks Tambang Batu Bara Tanah Laut Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi anak yang tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Desa Kintap Kecil Tanah Laut oleh petugas gabungan dan warga
Petugas gabungan bersama warga mengevakuasi jenazah anak perempuan yang tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Desa Kintap Kecil, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Jumat malam (9/1/2026).

TANAH LAUT, Kalimantan Selatan —Seorang anak perempuan yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Desa Kintap Kecil, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, ditemukan meninggal dunia, Jumat (9/1/2026) malam.

Korban diketahui berinisial Aisa Nabila (12), warga setempat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di area bekas galian tambang batu bara yang sudah tidak aktif dan terisi air.

Kapolsek Kintap AKP Ahmad Baysory membenarkan penemuan korban tersebut.

“Korban ditemukan sekitar pukul 19.45 Wita dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Ahmad Baysory saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban bersama empat temannya berjalan di sekitar tebing bekas galian tambang. Sandal korban dilaporkan terjatuh ke dalam lubang bekas tambang yang tergenang air.

Korban kemudian berusaha mengambil sandalnya dengan masuk ke area galian. Namun, korban diduga terpeleset dan langsung tenggelam. Empat teman korban yang berada di lokasi tidak mampu memberikan pertolongan dan segera meminta bantuan warga sekitar.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintap. Aparat kepolisian bersama aparat desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas pemadam kebakaran, serta pihak terkait melakukan pencarian hingga korban ditemukan.

Lokasi kejadian diketahui berada di area izin usaha pertambangan yang sudah tidak aktif. Polisi telah memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta melakukan pendataan terhadap saksi-saksi.

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan keluarga korban dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. Peristiwa ini kembali menyoroti potensi bahaya lubang bekas tambang yang tidak direklamasi dan masih tergenang air, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar lokasi.

Baca Juga  HPPMTL Genap 57 Tahun, Pemkab Tanah Laut Dorong Peran Pemuda untuk Pembangunan Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *