Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Bumbu

Gadget di Tangan Anak, Risiko di Depan Mata—Abdul Rahim Ingatkan Bahaya Viral Gegabah

×

Gadget di Tangan Anak, Risiko di Depan Mata—Abdul Rahim Ingatkan Bahaya Viral Gegabah

Sebarkan artikel ini
Abdul Rahim memberikan keterangan mengenai pentingnya literasi digital anak pada pertemuan di Tanah Bumbu.
Anggota DPRD Tanah Bumbu Abdul Rahim menyampaikan imbauan penting tentang literasi digital anak dalam sesi dialog bersama warga.

TANAH BUMBU — Di tengah derasnya arus informasi digital yang membentuk cara berpikir generasi muda, seorang legislator Tanah Bumbu memilih untuk berbicara lantang. Anggota DPRD Tanah Bumbu Abdul Rahim mengingatkan bahwa satu unggahan di media sosial bisa mengubah hidup seseorang—bahkan dalam hitungan menit.

Itu disampaikannya pada Selasa (02/12/2025), ketika ia menyoroti fenomena anak-anak yang semakin terbiasa memviralkan apa pun tanpa mempertimbangkan dampaknya.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gawai. Mereka bisa merekam apa saja lalu mengunggahnya tanpa berpikir panjang. Padahal tidak semua hal layak dipublikasikan,” ujarnya dengan nada serius.

Rahim menyebut, budaya “rekam-upload-viral” ini bukan sekadar tren, tetapi menjadi sumber persoalan baru. Anak-anak yang belum memahami konsekuensi digital sering kali memicu bola salju masalah—mulai dari kesalahpahaman publik hingga bullying digital.

Ia mencontohkan kasus viral seorang penumpang KRL, Anita Dewi, yang mengeluhkan hilangnya tumbler berlogo Kopi Tuku. Unggahan sederhana itu membesar, melahirkan spekulasi liar, hingga akhirnya Anita harus meminta maaf karena kasus sepele menjadi keributan publik.

“Melihat kejadian penting, langkah benar bukan memviralkan, tapi melapor pada guru, orang tua, atau petugas. Ini yang harus kita ajarkan sejak dini,” tegas Rahim.

Sebagai seorang legislator, ia melihat langsung bagaimana persoalan digital mempengaruhi perilaku sosial anak-anak. Banyak dari mereka belum memahami batas antara ruang privat dan ruang publik.

Rahim berharap orang tua dan guru lebih aktif memberikan pendidikan literasi digital, bukan hanya soal cara memakai gawai, tetapi juga cara bertanggung jawab di dunia maya.

“Kita ingin generasi yang bijak, empatik, dan bertanggung jawab—bukan generasi yang tergesa-gesa memviralkan segalanya,” tutupnya.

Baca Juga  Kadis Dispersip Tanbu Berharap Pengembangan Perpustakaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *