BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, kepolisian tengah menyidik 10 korporasi yang diduga terlibat atau bertanggung jawab atas kebakaran lahan di lokasi operasional mereka.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono mengatakan penanganan hukum diawali dari penyidikan atas laporan titik api yang ditemukan di lapangan.
“Dari hasil pendalaman tersebut, kami telah menerbitkan laporan polisi. Untuk kategori perorangan, saat ini sudah ada 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Sigit saat memberikan keterangan di lokasi penanganan karhutla, Jumat (18/9/2026).
Menurut Sigit, Polda Kalsel telah menerbitkan sedikitnya 73 Laporan Informasi (LI) yang berasal dari laporan masyarakat maupun temuan langsung petugas di lapangan.
Dari lima tersangka perorangan tersebut, dua berkas perkara telah memasuki Tahap I dan dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum untuk diteliti. Sementara tiga tersangka lainnya masih dalam proses pemberkasan.
Penanganan hukum juga dilakukan terhadap korporasi. Sebanyak 10 korporasi yang tersebar di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan saat ini tengah menjalani proses penyidikan.
Sebaran korporasi tersebut berada di Kabupaten Banjar, Tabalong, Tapin, Tanah Laut dan Barito Kuala. Dari 10 korporasi tersebut, dua di antaranya telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan oleh Polda Kalsel.
Dalam penyidikan, kepolisian mendalami dua kemungkinan penyebab kebakaran pada lahan Hak Guna Usaha (HGU) korporasi. Pertama, api yang berasal dari luar kawasan HGU kemudian merambat masuk. Kedua, titik api muncul dari dalam kawasan HGU dan membakar lahan di area tersebut.
Sementara itu, penanganan karhutla juga dilakukan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Tim gabungan mengerahkan 98 personel dari Polres Banjarbaru, Direktorat Samapta dan Satuan Brimob Polda Kalsel untuk melakukan pemadaman di Jalan Bandara Baru.
Pemadaman dilakukan menggunakan cairan surfaktan yang dicampur air dengan perbandingan 1:100. Setelah sekitar 1,5 jam penanganan sejak pukul 09.00 WITA, sekitar 90 persen titik api di area target seluas lebih dari 2 hektare berhasil dipadamkan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan hingga kini sebanyak 10.200 liter cairan surfaktan telah diproduksi untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.
Pasokan surfaktan masih ditambah untuk didistribusikan ke posko dan armada pemadam, meski bahan bakunya masih harus didatangkan dari Pulau Jawa.
Tim gabungan juga meningkatkan patroli mulai malam hingga pagi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dan pembakaran lahan secara ilegal. Sebanyak 34 unit penampung air (bioflok) ditempatkan di sejumlah titik, termasuk Guntung Damar, kawasan hutan lindung dan Pengayuan.












