Banjarbaru

Kapolda Kalsel Tunjukkan Surfaktan dan Drone Thermal kepada Wapres

×

Kapolda Kalsel Tunjukkan Surfaktan dan Drone Thermal kepada Wapres

Sebarkan artikel ini

BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan menunjukkan penggunaan cairan surfaktan dan drone thermal kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Kamis (10/9/2026).

Cairan surfaktan itu digunakan untuk menangani kebakaran di lahan gambut. Sementara drone thermal digunakan untuk memantau suhu permukaan dan mengetahui kondisi titik api setelah pemadaman.

Melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid, Kapolda menjelaskan cairan tersebut dirancang untuk membasahi lapisan gambut lebih cepat dan meresap ke dalam tanah. Cairan juga membentuk lapisan busa di permukaan sehingga bara api di bawah tanah dapat dipadamkan.

Pemantauan menggunakan drone thermal menunjukkan perubahan suhu di area gambut setelah cairan disemprotkan. Suhu yang sebelumnya sekitar 130 derajat Celsius turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu kurang lebih satu menit.

Gibran mengapresiasi penggunaan metode tersebut. Ia meminta setiap metode penanganan karhutla memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan digunakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Keselamatan petugas pemadam juga menjadi perhatian dalam penggunaan metode tersebut.

Dalam peninjauan itu, Gibran meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api. Perlindungan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas, juga harus diperhatikan.

Kebutuhan warga terdampak seperti layanan kesehatan, pendidikan, masker, vitamin, air bersih dan logistik harian diminta tetap tersedia selama karhutla.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Wakapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanud Syamsuddin Noor, Danlanal Banjarmasin, Kepala BPBD Kalsel dan pejabat utama Polda Kalsel.

Gibran juga meminta patroli pencegahan, pemetaan wilayah rawan dan edukasi kepada masyarakat ditingkatkan menghadapi periode kewaspadaan karhutla hingga awal 2027.

Baca Juga  Wagub Kalsel Dampingi Menteri UMKM Kembali ke Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *