MARABAHAN – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, meminta Polres Barito Kuala mengintensifkan pemberantasan narkotika hingga membongkar jaringan dan aktor intelektual di balik peredarannya.
Penegasan itu disampaikan Habib Aboe saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Kedatangannya disambut Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, didampingi Wakapolres Kompol Zaenuri, para pejabat utama Polres, serta kapolsek jajaran.
Dalam arahannya, Habib Aboe mengapresiasi kinerja Polres Barito Kuala yang dinilai berhasil mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Namun, menurutnya, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan.
“Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Jaringan hingga aktor intelektualnya harus diungkap. Unit Reskrim dan Satresnarkoba harus bersinergi di bawah kendali Kapolres untuk memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.
Selain pemberantasan narkotika, Habib Aboe juga meminta jajaran kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi guna mencegah penyalahgunaan maupun penimbunan.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas personel Polri agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Tidak boleh ada anggota Polres Barito Kuala yang terlibat narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar maupun memberikan perlindungan kepada pelaku. Integritas adalah modal utama membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan Komisi III DPR RI.
Menurutnya, arahan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Polres Barito Kuala untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemberantasan narkoba dan penegakan hukum.
“Masukan yang diberikan akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat penegakan hukum,” ujar Susilawati.










