Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Polda Kalsel dan ULM Gelar Seminar Zero ODOL, Target Bersih 2027

×

Polda Kalsel dan ULM Gelar Seminar Zero ODOL, Target Bersih 2027

Sebarkan artikel ini
Tiga orang duduk di meja panelis, latar spanduk seminar

BANJARMASIN — Polda Kalimantan Selatan bersama Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar seminar nasional bertajuk “Formulasi Kebijakan Dan Inovasi Teknologi Akselerasi Transformasi Logistik Zero Over Dimension & Over Loading Kalimantan Selatan Tahun 2027”, Rabu (17/6/2026).

Kalimantan Selatan menjadi perhatian. Posisinya sebagai pintu gerbang logistik di Pulau Kalimantan membuat lalu lintas angkutan barang padat. Namun, maraknya armada bermuatan lebih (over loading) dan melanggar dimensi standar (over dimension) memicu kecelakaan dan kerusakan jalan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan mengapresiasi ULM dan Pusat Studi Kepolisian atas terselenggaranya seminar ini.

“Regulasi batasan dimensi dan muatan sebenarnya sudah digodok sejak 2009, tapi implementasi di lapangan masih terkendala,” ujar Kapolda.

Ia menekankan pendekatan akademis yang komprehensif dan multi disiplin menjadi kunci menjawab persoalan lalu lintas dan transformasi logistik.

“Seminar ini menjadi ruang evaluasi bagi jajaran Ditlantas Polda Kalsel untuk membangun komitmen bersama dalam menegakkan aturan demi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.

Ketua Pusat Studi Kepolisian ULM, Hj. Rahmida Erliyani, mengungkapkan mobilitas pengangkutan barang menuju Kalteng dan Kaltim sebagian besar bertumpu pada jalur Kalsel.

“Diperlukan kebersamaan seluruh stakeholder agar target Zero Over Dimension dan Over Loading dapat terwujud pada 2027,” ujarnya.

Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri menambahkan, misi Zero ODOL bukan sekadar pembatasan muatan, tapi upaya menciptakan efisiensi infrastruktur, sarana transportasi, dan kepatuhan hukum.

“Jika aturan ditegakkan, iklim usaha kondusif, angka kecelakaan bisa ditekan, umur kendaraan dan jalan lebih panjang,” paparnya.

Baca Juga  DPRD Kalsel Bahas Perubahan Jadwal dan Rancangan KUPA-PPAS 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *