Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Hukum

Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance Palangka Raya, Tuntut Transparansi Perusahaan

×

Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance Palangka Raya, Tuntut Transparansi Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Fordayak segel kantor Mandiri Tunas Finance Palangka Raya
Fordayak segel kantor Mandiri Tunas Finance Palangka Raya

Palangka Raya – Aksi demonstrasi yang digelar Forum Pemuda Dayak (Fordayak) berujung penyegelan kantor Mandiri Tunas Finance (MTF) Cabang Palangka Raya di Jalan G. Obos Induk, Rabu (10/6/2026) siang.

Aksi dipicu kekecewaan terhadap hasil mediasi yang dinilai belum memberikan solusi atas persoalan debitur perusahaan pembiayaan tersebut.

Koordinator Lapangan Aksi, Jakaria A. Antun Gassan, menyampaikan tiga tuntutan utama: penghapusan sistem denda angsuran dan tunggakan, pengembalian nama baik nasabah CV Sipi Cahaya Borneo di SLIK OJK, serta ganti rugi material dan imaterial.

Persoalan bermula ketika CV Sipi Cahaya Borneo melakukan pembiayaan satu unit truk. Pada 2021, debitur mengembalikan kendaraan secara sukarela setelah terlambat membayar 56 hari. Namun, tidak ada surat tanda terima dari pihak MTF.

Fordayak menilai proses pelelangan kendaraan tidak disertai pemberitahuan ke debitur. Hasil pelelangan juga tidak pernah disampaikan.

“Debitur tidak pernah mendapat informasi terkait proses maupun hasil pelelangan. Padahal itu hak mereka,” ujar Jakaria.

Pada 2026, debitur mengajukan pinjaman ke Bank BRI tetapi ditolak karena nama perusahaan tercatat kolektibilitas 5 di SLIK OJK.

“Kami sudah beberapa kali mediasi, tapi belum ada titik terang. Makanya hari ini kami segel kantor MTF,” tegasnya.

Fordayak mengklaim kerugian debitur mencapai lebih dari Rp100 miliar karena berdampak pada peluang kerja sama dan kontrak usaha.

Kepala Cabang MTF Palangka Raya, Ahmad Yani, enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan penyelesaian perlu koordinasi dengan kantor pusat.

“Karena pusat harus komunikasikan ke beberapa divisi,” katanya singkat.

Ia juga menyebut persoalan telah berlangsung sebelum dirinya menjabat. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari manajemen pusat.

Baca Juga  2 Remaja Diamankan Polisi di Bantul, Kedapatan Bawa Gesper Saat Dini Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *