Sleman, bacakabar – Seorang mahasiswa berinisial MNR (23) menjadi korban pengeroyokan di Jalan Seyegan-Godean, tepatnya di utara SPBU Seyegan, Margodadi, Seyegan, Sleman, Minggu (24/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi menduga pelaku salah sasaran.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan korban melapor ke polisi pada Senin (25/5) pukul 13.00 WIB. “Korban mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan yang diduga terjadi karena salah sasaran,” ujarnya, Selasa (26/5).
Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, memaparkan kronologi. Korban bersama saksi MI (23) baru selesai makan di warmindo kawasan Godean sekitar pukul 05.00 WIB. Keduanya pulang berboncengan melewati Jalan Sidomoyo.
Di tengah jalan, korban merasa dibuntuti dua sepeda motor yang masing-masing berboncengan. Para pelaku sempat menghentikan korban di sekitar warung Madura selatan Embung Senja Cebongan. Mereka bertanya soal rombongan pengendara motor PCX. Korban menjelaskan dirinya hanya berdua.
Korban dan saksi melanjutkan perjalanan, namun kembali dicegat di depan SMPN 1 Seyegan. “Pelaku meminta korban menuju lapangan, tapi korban memilih pulang. Saat tiba di utara SPBU Seyegan, korban kembali dicegat dan langsung dianiaya,” kata Pujiono.
Korban ditarik dari motor, dipukul di mulut, ditendang hingga jatuh. Perut dan tangannya jadi sasaran tendangan. Pelaku juga menyabetkan gesper ke lutut kiri korban. Empat orang itu lalu kabur ke arah utara dan selatan.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka memar di lutut kiri, kuku jari tengah tangan kanan terlepas, bibir bawah memar, dua gigi atas patah, nyeri perut, dan memar di punggung.
Polisi sudah menerima laporan, mendata korban, dan meminta keterangan saksi. Pelaku masih dalam pengejaran. Argo mengimbau warga lebih waspada saat beraktivitas pada jam rawan. “Hindari bepergian sendirian jika tidak mendesak, pilih jalur ramai dan aman,” pungkasnya.












