Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Nasional

Nama Direktur RSUD Hadji Boejasin Dicatut Penipu, Warga Diminta Waspada

×

Nama Direktur RSUD Hadji Boejasin Dicatut Penipu, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Poster peringatan RSUD Hadji Boejasin tentang dugaan penipuan yang mencatut nama Direktur RSUD melalui nomor WhatsApp palsu.
PERINGATAN PENIPUAN: RSUD Hadji Boejasin mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap aksi pencatutan nama Direktur RSUD, dr. Sigit Prasetia Kurniawan, yang diduga digunakan pelaku penipuan melalui WhatsApp untuk meminta uang.

PELAIHARI — Nama Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr. Sigit Prasetia Kurniawan, dicatut oknum penipu untuk meminta uang kepada sejumlah pihak, bahkan belum genap 24 jam setelah resmi dilantik.

Kasus tersebut terungkap setelah manajemen RSUD Hadji Boejasin mengeluarkan peringatan melalui akun media sosial resmi rumah sakit pada Rabu (13/5/2026).

Pelaku diduga menggunakan nomor WhatsApp +62 813-1338-7726 dengan mencantumkan foto dan identitas dr. Sigit untuk meyakinkan calon korban. Modusnya diawali dengan sapaan formal sebelum berujung pada permintaan dana atau bantuan finansial pribadi.

Direktur RSUD Hadji Boejasin dr. Sigit Prasetia Kurniawan menegaskan nomor tersebut bukan miliknya dan meminta masyarakat tidak mudah percaya.

“Terkait pencatutan nama dengan modus penipuan keuangan, itu bukan saya. Saya tidak pernah meminta uang atau dana kepada siapa pun untuk kepentingan pribadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).

dr. Sigit diketahui baru dilantik Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto sebagai Direktur RSUD Hadji Boejasin pada Selasa (12/5/2026) di Aula Sarantang Saruntung.

Manajemen RSUD Hadji Boejasin mengimbau masyarakat mengabaikan pesan dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan pimpinan rumah sakit.

Warga diminta melakukan pengecekan melalui kanal resmi RSUD Hadji Boejasin apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat rumah sakit.

Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban atau sempat mentransfer uang agar segera melapor ke kepolisian.

Baca Juga  Dudung: Tanpa Peran Aktif Pemuda, Indonesia Emas Hanya akan jadi Mimpi di Siang Bolong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *