Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mulai menggenjot budaya inovasi di lingkungan birokrasi dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah sekaligus meluncurkan aplikasi INOTEKDA (Inovasi dan Teknologi Daerah), Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Manuntung Bapperida ini diikuti perwakilan SKPD, camat, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Kotabaru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perangkat daerah dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Zainal Arifin, yang mewakili Sekretaris Daerah, menegaskan bahwa inovasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap perangkat daerah.
“Inovasi menjadi kunci dalam menjawab tantangan pelayanan publik. Setiap SKPD dan kecamatan diharapkan mampu menghadirkan minimal satu inovasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar inovasi tidak berhenti pada tahap pelatihan, melainkan berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan penguatan, di antaranya dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Jerry Walo, serta perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Indra Abdillah. Kegiatan dipandu oleh Sekretaris Bapperida Kotabaru, Muhammad Zuhriansyah.
Pada kesempatan yang sama, Bapperida resmi meluncurkan aplikasi INOTEKDA sebagai platform pengelolaan dan pendataan inovasi daerah. Aplikasi ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik seperti minimnya dokumentasi dan standarisasi inovasi.
Data yang dipaparkan menunjukkan, sepanjang 2025 Kabupaten Kotabaru baru mencatatkan sembilan inovasi dalam penilaian. Meski jumlahnya masih terbatas, kualitas inovasi dinilai cukup kompetitif.
“Kita memiliki banyak potensi inovasi, hanya saja belum terdokumentasi dengan baik. Melalui INOTEKDA, diharapkan seluruh inovasi dapat terdata dan dikembangkan,” ungkap narasumber.
Pemerintah daerah menargetkan peningkatan jumlah inovasi pada 2026 dengan mendorong partisipasi aktif seluruh perangkat daerah, sekaligus memperkuat daya saing Kotabaru di tingkat provinsi maupun nasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pemaparan materi sebagai bekal peserta dalam mengembangkan inovasi di instansi masing-masing.












