SUMEDANG — Kenaikan harga plastik mendorong pedagang mie ayam bakso di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mencari alternatif kemasan yang lebih murah.
Salah satunya dilakukan dengan mengganti bungkus plastik menjadi daun pisang untuk kemasan pesanan dibawa pulang.
Pedagang mie ayam bakso, Abdi Prasetio, mengatakan harga plastik mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, harga plastik yang sebelumnya sekitar Rp10 ribu per pak kini melonjak menjadi Rp18 ribu.
“Kenaikan harga plastik cukup terasa. Karena itu kami beralih menggunakan daun pisang sebagai alternatif pembungkus,” kata Abdi.
Ia menyebut penggunaan daun pisang telah diterapkan selama dua pekan terakhir untuk menekan biaya operasional.
Selain lebih ekonomis, kemasan daun pisang juga dinilai memberi nilai tambah pada produk karena menghadirkan aroma khas yang memperkuat cita rasa mie ayam bakso.

Di sisi lain, penggunaan bungkus tradisional tersebut justru mendapat respons positif dari pembeli.
Salah seorang pelanggan, Ridwan, menilai kemasan daun pisang membuat rasa makanan menjadi lebih nikmat dan berbeda dibanding kemasan plastik.
“Rasanya jadi lebih enak, ada aroma khas daun pisangnya,” ujarnya.
Selain membantu pedagang menekan biaya akibat kenaikan harga plastik, penggunaan daun pisang juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah plastik sekali pakai.











