MAJALENGKA — Kenaikan harga bahan plastik di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dalam tiga pekan terakhir mulai berdampak langsung pada pedagang dan pelaku usaha kecil.
Sejumlah pedagang menyebut harga berbagai jenis plastik naik drastis hingga dua kali lipat, mulai dari kantong plastik, sedotan, plastik es, hingga gelas cup.
Salah satu pedagang plastik, Tresna, mengatakan lonjakan harga ini cukup meresahkan karena berdampak pada penurunan penjualan.
“Semua jenis plastik naik. Omzet kami turun karena pembeli juga berkurang,” ujarnya.
Harga plastik es yang sebelumnya sekitar Rp29 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp55 ribu per kilogram. Sementara harga cup gelas plastik naik dari Rp150 ribu menjadi Rp400 ribu hingga Rp450 ribu per kilogram.
Kenaikan ini diduga dipicu terganggunya pasokan bahan baku plastik, yang salah satunya dipengaruhi dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Dampak kenaikan harga juga dirasakan pedagang minuman. Mereka terpaksa menyesuaikan harga jual untuk menutup biaya produksi yang meningkat.
Muhammad Rizki, pedagang es, mengaku harus menaikkan harga jual dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per cup.
“Kalau tidak dinaikkan, tidak nutup modal. Tapi pembeli juga jadi berkurang,” katanya.
Akibatnya, omzet pedagang minuman dilaporkan turun hingga 20 persen, sementara pedagang plastik mengalami penurunan hingga 50 persen.
Para pedagang memperkirakan harga plastik masih berpotensi naik jika kondisi pasokan global belum kembali stabil.
Kenaikan ini dikhawatirkan akan terus menekan pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan plastik dalam aktivitas usaha sehari-hari.












