Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Gaya Hidup (lifestyle)

Hotel Tugu Malang Sajikan Lontong Cap Go Meh, Tradisi Peranakan Penutup Imlek

×

Hotel Tugu Malang Sajikan Lontong Cap Go Meh, Tradisi Peranakan Penutup Imlek

Sebarkan artikel ini
Hidangan Lontong Cap Go Meh lengkap dengan berbagai lauk tradisional Peranakan yang disajikan di Melati Restaurant, Hotel Tugu Malang.
Sajian Lontong Cap Go Meh khas Hotel Tugu Malang yang disajikan di Melati Restaurant sebagai menu tradisi penutup perayaan Imlek, menghadirkan perpaduan kuliner Peranakan dengan cita rasa autentik.

Malang — Hotel Tugu Malang kembali menghadirkan sajian khas Lontong Cap Go Meh sebagai bagian dari perayaan penutup Tahun Baru Imlek. Hidangan tradisi Peranakan tersebut disajikan di Melati Restaurant sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan di tahun yang baru.

Dalam tradisi masyarakat Peranakan, Lontong Cap Go Meh menjadi menu khas yang dinikmati pada hari ke-15 setelah Imlek. Sajian ini tidak hanya dikenal sebagai kuliner, tetapi juga memiliki makna persatuan dan kemakmuran.

Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario, mengatakan kehadiran menu tersebut merupakan upaya menghadirkan kembali cita rasa autentik sekaligus menjaga warisan budaya kuliner Peranakan.

“Melalui sajian ini, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya kaya rasa, tetapi juga sarat nilai sejarah dan tradisi,” ujarnya.

Menu diawali dengan Loempia Oedang yang terinspirasi resep turun-temurun, kemudian dilanjutkan dengan lontong daun, ayam bumbu kuning, udang goreng kering, sambal goreng labu siam, telur petis hitam, sate ayam, serta pelengkap tradisional seperti sagon kelapa, bubuk kedelai, dan emping melinjo.

Sebagai hidangan penutup, ronde tiga warna dalam kuah jahe hangat disajikan sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman, sekaligus melengkapi pengalaman kuliner bernuansa jamuan klasik.

Melalui sajian tersebut, Hotel Tugu Malang menghadirkan perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya berfokus pada kuliner, tetapi juga pelestarian tradisi dan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

Baca Juga  New Look Atria Hotel Malang Raih Indonesia Leading 4 Star Hotel 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *