Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Sumedang

Jelang Idulfitri 1447 H, Pelaku Usaha Kue Kering di Sumedang Kebanjiran Pesanan

×

Jelang Idulfitri 1447 H, Pelaku Usaha Kue Kering di Sumedang Kebanjiran Pesanan

Sebarkan artikel ini
Aneka kue kering seperti nastar, putri salju, dan kastengel hasil produksi UMKM di Sumedang untuk memenuhi pesanan Lebaran.
Beragam kue kering produksi pelaku UMKM di Sumedang yang mengalami lonjakan pesanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto Ubay/BK).

Sumedang — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, permintaan kue kering meningkat tajam. Kondisi tersebut dirasakan pelaku usaha rumahan Laynesa Cake & Cookies di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, yang mengalami lonjakan pesanan selama bulan Ramadan.

Aktivitas produksi di dapur usaha tersebut tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Pemilik usaha, Lanysa, yang juga seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, mengaku hampir seluruh waktunya selama Ramadan difokuskan untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Beragam jenis kue kering diproduksi, mulai dari nastar, putri salju, kastengel, sagu keju, cocoball, biji ketapang, akar kelapa hingga kacang bawang goreng. Dari sejumlah produk tersebut, nastar menjadi varian paling banyak diminati masyarakat menjelang Lebaran tahun ini.

Dalam sehari, Lanysa mampu memproduksi sekitar 15 toples kue, tergantung jenis dan tingkat kesulitan pembuatan. Ia menyebut pesanan nastar telah mencapai sekitar 150 toples, sementara putri salju menembus lebih dari 100 toples.

Selain kue kering, Laynesa Cake & Cookies juga menerima pesanan aneka bolu, seperti bolu pisang, bolu marmer, bolu tape, bolu gula merah, hingga brownies. Pesanan bolu biasanya meningkat mendekati hari raya, terutama sekitar sepekan sebelum Lebaran.

Harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per toples kue kering, sedangkan bolu dijual dengan kisaran Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, tergantung jenisnya.

Selama Ramadan tahun ini, total pesanan kue kering disebut telah mencapai sekitar 720 toples. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode biasa. Pemesanan tidak hanya datang dari wilayah Sumedang, tetapi juga dari Kabupaten Majalengka dan Kuningan.

Usaha kuliner tersebut telah dirintis sejak 2016 dan terus berkembang melalui pemasaran digital, termasuk pemanfaatan WhatsApp serta media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Baca Juga  Milangkala ke-25 Jatigede, Warga Sumedang Rayakan dengan Lomba dan Budaya

Lanysa berharap usahanya dapat terus berkembang dan mampu menambah tenaga produksi agar permintaan pelanggan menjelang Lebaran dapat terpenuhi secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *