Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menjajaki peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi dengan Akademi Alat Berat Indonesia (AKABI). Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif ke kampus AKABI pada Senin (16/2/2026).
Kunjungan diterima langsung oleh Direktur AKABI, Yuke Hary Laksono, bersama jajaran pengelola kampus. Pertemuan membahas kemungkinan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.
Dalam agenda tersebut, Bupati meninjau sejumlah fasilitas praktik dan ruang pembelajaran, termasuk peralatan pelatihan operator alat berat yang digunakan mahasiswa. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung sistem pelatihan berbasis kompetensi yang diterapkan di kampus tersebut.
Menurut Andi Rudi Latif, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu tantangan pembangunan daerah, terutama di wilayah yang memiliki potensi sektor industri dan sumber daya alam cukup besar.
Ia menilai keterlibatan lembaga pendidikan vokasi penting untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Kebutuhan tenaga terampil terus meningkat. Karena itu perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Dalam diskusi, kedua pihak membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, antara lain pelatihan teknis, pendidikan vokasi, serta sertifikasi kompetensi bagi masyarakat.
Direktur AKABI, Yuke Hary Laksono, menyampaikan bahwa lembaganya fokus pada pendidikan operator dan teknisi alat berat dengan pendekatan praktik langsung. Ia menyebut kerja sama dengan pemerintah daerah dapat membuka akses pelatihan lebih luas bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi tahap awal penjajakan kerja sama. Implementasi program lanjutan masih akan dibahas melalui mekanisme teknis sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai bentuk penghargaan atas kunjungan sekaligus simbol awal komunikasi kerja sama antara kedua pihak.












