Jakarta – Temuan badan pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, diikuti dengan pengamanan sejumlah serpihan dan dokumen yang diduga kuat berasal dari pesawat tersebut. Tim SAR gabungan mulai mengevakuasi bukti-bukti awal dari sekitar lokasi jatuhnya pesawat sebagai bagian dari proses identifikasi dan penyelidikan lanjutan.
Sekretaris BPBD Pangkep, Muhammad Arsyad, mengatakan sedikitnya enam serpihan ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung. Temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh pendaki yang berada di kawasan itu, sebelum kemudian diamankan oleh tim SAR.
Beberapa serpihan yang ditemukan menyerupai bagian luar badan pesawat. Selain itu, tim juga menemukan dokumen milik awak pesawat, termasuk buku pilot, yang berada tidak jauh dari lokasi serpihan.
Seluruh temuan awal tersebut telah dievakuasi dan diamankan di Mapolres Pangkep untuk dilakukan pencocokan dan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan keterkaitannya dengan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko membenarkan pengamanan serpihan dan dokumen tersebut. Ia menyebut proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan personel, mengingat medan pegunungan yang terjal.
Meski badan pesawat telah ditemukan, proses evakuasi belum sepenuhnya rampung. Tim SAR gabungan masih menghadapi kendala cuaca dan jarak pandang terbatas di kawasan Bulusaraung. Untuk mempercepat proses, posko terpadu telah didirikan di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci.
Selain tim darat, pencarian dan evakuasi lanjutan turut didukung pengerahan helikopter Caracal milik TNI AU, yang digunakan untuk observasi udara dan membuka akses menuju lokasi jatuhnya pesawat.
Tim SAR memastikan proses evakuasi dan pendalaman temuan akan terus dilakukan secara terukur, sembari menunggu tahapan penyelidikan lanjutan oleh otoritas terkait.












