BATULICIN — Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin menjalani survei akreditasi oleh tim Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan bagi warga binaan.
Proses survei berlangsung selama dua hari, pada 17 dan 19 Desember 2025. Pada hari pertama, penilaian dilakukan secara daring melalui aplikasi konferensi video dengan fokus pada kelengkapan administrasi dan dokumen pendukung Klinik Pratama. Sementara itu, pada hari kedua, tim surveyor melakukan penilaian langsung di lokasi untuk memeriksa sarana dan prasarana klinik, Jumat (19/12/2025).
Tim surveyor LAFKESPRI dipimpin oleh Dr. Fahriadi, SKM, M.Kes, MARS, MH.Kes, FISQua selaku ketua tim dan surveyor TKSD, bersama Dr. Samsul Bahri, MPH sebagai surveyor TKSD. Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen klinik, pelayanan medis, pelayanan keperawatan, hingga kesiapan fasilitas penunjang.
Kegiatan penilaian lapangan diawali dengan penyambutan oleh jajaran Lapas Batulicin melalui yel-yel akreditasi dan demonstrasi senam cuci tangan oleh kader kesehatan. Selanjutnya, tim surveyor melakukan verifikasi pemenuhan standar dan kriteria akreditasi klinik secara menyeluruh.
Setelah rangkaian penilaian selesai, tim LAFKESPRI menyampaikan rangkuman hasil evaluasi dalam sesi diskusi yang digelar di aula Lapas Batulicin. Evaluasi tersebut menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi pengelola klinik dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Kepala Lapas Batulicin, Arifin Akhmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim surveyor atas penilaian dan masukan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus melakukan pembenahan.
Melalui proses akreditasi ini, Klinik Pratama Lapas Batulicin diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi warga binaan serta meraih predikat paripurna sesuai standar nasional.
Sementara itu, Ketua Tim Surveyor LAFKESPRI, Dr. Fahriadi, menilai Klinik Pratama Lapas Batulicin telah menunjukkan kesiapan yang baik, baik dari sisi pelayanan maupun tata kelola.
Ia menyebutkan, selama dua hari pelaksanaan survei, tim menemukan bahwa pelayanan, pengelolaan, serta persiapan akreditasi telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan, dengan sejumlah catatan penyempurnaan yang bersifat penguatan.












