Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pulihkan Distribusi LPG di Aceh Lewat Skema Alternatif

×

Pertamina Patra Niaga Pulihkan Distribusi LPG di Aceh Lewat Skema Alternatif

Sebarkan artikel ini
Distribusi LPG Pertamina Patra Niaga di Aceh melalui jalur laut dan darat pascabencana
Pertamina Patra Niaga menyiapkan distribusi LPG melalui jalur alternatif di Aceh untuk menjaga pasokan energi pascabencana.

PERTAMINA Patra Niaga terus mengupayakan pemulihan distribusi LPG di wilayah Aceh di tengah masih terputusnya sejumlah jalur darat akibat banjir dan longsor. Kondisi tersebut membuat penyaluran energi tidak dapat dilakukan melalui skema distribusi reguler.

Sejumlah jalur utama yang terdampak antara lain ruas Lhokseumawe–Bener Meriah serta jembatan penghubung Bireuen–Lhokseumawe. Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama distribusi LPG dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh.

Untuk menjaga ketersediaan energi, Pertamina Patra Niaga menerapkan berbagai skema distribusi alternatif dengan memanfaatkan moda darat, laut, hingga udara, baik untuk penyaluran BBM, LPG, maupun bantuan kemanusiaan.

Di wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen, pasokan LPG yang sebelumnya disalurkan melalui jalur darat dialihkan menggunakan armada skid tank yang diangkut kapal laut. Mobil tangki LPG diberangkatkan dari Integrated Terminal Lhokseumawe menuju Fuel Terminal Krueng Raya, Banda Aceh, sebelum kembali didistribusikan ke daerah terdampak melalui jalur darat yang masih dapat dilalui.

“Distribusi LPG dilakukan dengan skema alternatif karena masih terdapat ruas jalan yang belum tersambung,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Sementara itu, distribusi BBM dan LPG ke wilayah Aceh Timur dan Langsa masih dapat dilakukan melalui jalur darat dari arah Aceh Tamiang menuju Lhokseumawe, karena akses di sisi timur Aceh relatif masih terbuka.

Untuk menjangkau wilayah Bener Meriah, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan LPG menggunakan helikopter dengan metode sling load. Selain itu, skema Alternative Emergency diterapkan dengan memanfaatkan kapal Ro-Ro untuk mengangkut skid tank LPG dari Lhokseumawe ke Banda Aceh. Di wilayah Bireuen, distribusi bahkan dilakukan dengan menggunakan tali baja untuk menyeberangi sungai akibat jembatan yang terputus.

Baca Juga  Hilirisasi Batu Bara Digenjot, Pertamina–MIND ID Siapkan Energi Pengganti LPG

“Pengiriman LPG melalui jalur laut telah tiba di Banda Aceh. Namun, distribusi masih dilakukan secara bertahap karena kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal,” kata Roberth.

Sebagai penguatan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga mendatangkan tambahan armada skid tank LPG dari Dumai, Palembang, Batam, dan Jawa yang dijadwalkan mulai tiba di Aceh pada 20 Desember 2025.

Hingga saat ini, Pertamina telah menyalurkan total 983 tabung LPG, terdiri atas 244 tabung pada tahap tanggap darurat awal serta tambahan 739 tabung Bright Gas 12 kilogram yang difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum di Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Gayo Lues.

“Kami memastikan dapur umum tetap beroperasi optimal untuk melayani kebutuhan pangan para pengungsi,” ujar Roberth.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan LPG secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Perusahaan memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus dilakukan agar pasokan energi tetap terjaga di tengah keterbatasan akses.

“Kami terus berupaya maksimal agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *