Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
EkonomiEnergi

Pertamina Percepat Pemulihan Layanan Energi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

×

Pertamina Percepat Pemulihan Layanan Energi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sebarkan artikel ini
petugas spbu mengisi bbm ke kendaraan konsumen di sumatera
Petugas SPBU di Sumatera mengisi BBM untuk konsumen saat layanan kembali pulih pascabencana.

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara terus mempercepat pemulihan layanan energi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabanjir dan longsor yang menyebabkan sejumlah jalur distribusi terputus. Pemulihan dilakukan melalui penguatan stok, penyesuaian suplai, hingga pengalihan jalur distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan seluruh unit operasional bekerja maksimal untuk menjaga kelancaran distribusi. Ia menegaskan bahwa stok BBM dan LPG untuk masyarakat masih aman dan terlayani meski beberapa wilayah mengalami hambatan akses.

Per 4 Desember 2025, sebanyak 696 SPBU atau sekitar 96 persen dari total 727 SPBU di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah kembali beroperasi. Sejumlah SPBU bahkan memperpanjang jam layanan menjadi 24 jam untuk mengakomodasi peningkatan permintaan di wilayah terdampak.

Pertamina mengaktifkan suplai alternatif dari berbagai terminal seperti Fuel Terminal Medan, Lhokseumawe, Dumai, Siantar, dan Kisaran untuk mengantisipasi gangguan distribusi ketika cuaca buruk terjadi, terutama di jalur Medan. Di Aceh, suplai ke wilayah Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen dialihkan dari Terminal Krueng Raya untuk mempercepat distribusi akibat hambatan dari wilayah lain.

Untuk memperkuat distribusi BBM di wilayah selatan dan utara Sibolga, Pertamina menambah armada mobil tangki dari Dumai. Penguatan suplai dilakukan ke Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padangsidimpuan, hingga Tapanuli Utara yang terdampak pemutusan akses darat.

Selain BBM, pemenuhan LPG juga menjadi prioritas. Sebanyak 574 Agen LPG dan 71 SPBE tetap beroperasi menyalurkan LPG ke rumah tangga, usaha, dan industri. Pertamina mempercepat suplai ke wilayah terisolasi dengan skema darurat, termasuk pengiriman LPG dari Teluk Bayur ke Gunung Sitoli menggunakan skid tank via jalur laut. Bantuan suplai lainnya dilakukan dari IT Dumai untuk memperkuat kebutuhan di Sumatera Utara.

Baca Juga  Banjir Sukamara, Gubernur Kalteng Tinjau dan Berdialog Dengan Warga

Untuk Sibolga dan Tapanuli Tengah yang masih terkendala akses darat, distribusi darurat dilakukan melalui jalur laut dari Teluk Kabung ke Gunung Sitoli dan dari SPBE Sitoli ke Sibolga. Pertamina memastikan sebagian besar fasilitas LPG sudah beroperasi normal dan melakukan monitoring harian untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.

Fahrougi menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, dan aparat untuk memastikan layanan energi tidak terganggu selama masa tanggap darurat. Ia menekankan bahwa kebutuhan energi menjadi prioritas utama untuk mendukung pemulihan masyarakat.

“Pertamina memastikan pasokan dan layanan energi tetap berjalan di tengah situasi darurat. Kami berkomitmen mendukung mobilitas masyarakat, operasional alat berat, distribusi logistik, hingga pemulihan daerah terdampak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *