Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kutai Kartanegara

Sekolah Lansia Pertama Dibuka di Ponoragan Kukar, Tingkatkan Kesehatan dan Produktivitas Warga

×

Sekolah Lansia Pertama Dibuka di Ponoragan Kukar, Tingkatkan Kesehatan dan Produktivitas Warga

Sebarkan artikel ini
Asisten III Setda Kukar Dafip Haryanto memukul gong sebagai tanda peresmian Sekolah Lansia Desa Ponoragan.
Peresmian Sekolah Lansia Desa Ponoragan ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten III Setda Kukar Dafip Haryanto, disaksikan para peserta lansia dan undangan.

Tenggarong — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia memasuki tahap baru dengan hadirnya Sekolah Lansia pertama di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Program ini diresmikan Asisten III Setda Kukar, Dafip Haryanto, pada Sabtu (22/11/25), sebagai komitmen memperkuat pembinaan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan sosial bagi para lansia.

Dalam sambutan yang mewakili Bupati Kukar, Dafip menegaskan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar fasilitas pembelajaran, tetapi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan para lansia tetap aktif, sehat, dan memiliki ruang berkontribusi di tengah masyarakat.

Sekolah Lansia Desa Ponoragan menyajikan kurikulum khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan usia lanjut, mulai dari edukasi kesehatan, pencegahan penyakit degeneratif, pola hidup bersih, hingga latihan fisik ringan. Selain pembinaan mental dan spiritual, peserta juga dibekali keterampilan aplikatif seperti kerajinan, bercocok tanam, dan aktivitas produktif lain yang dapat meningkatkan kemandirian.

Metode pembelajaran dirancang ramah lansia—interaktif, santai, dan komunikatif—agar para peserta merasa nyaman dan termotivasi. Program ini juga bertujuan memperluas jejaring sosial antarwarga senior sehingga mereka tetap terhubung dan tidak mengalami isolasi sosial.

Dafip menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Lansia Bestari merupakan bagian dari agenda besar “Kukar Idaman Terbaik” untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia berharap desa-desa lain dapat mengadopsi model serupa agar layanan bagi lansia semakin merata.

Program ini juga mendukung agenda nasional “SIDAYA – Lansia Berdaya” dari Kemendagri, dengan total 111 peserta berusia 65 tahun yang terdaftar sebagai angkatan pertama. Dengan peresmian ini, Desa Ponoragan menjadi pelopor pendidikan lansia di Kukar.

“Semoga inisiatif ini menjadi pemantik bagi wilayah lain untuk memperkuat layanan bagi para lansia, karena mereka tetap memiliki peran berharga dalam pembangunan,” ujar Dafip.

Baca Juga  Festival Daur Ulang Sambut Gerakan Pegiat Sampah di Tenggarong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *