Tanah Laut, Bacakabar – Para wartawan Kabupaten Tanah Laut menggali ilmu jurnalistik langsung dari Dewan Pers didampingi Penjabat Kabid Komunikasi Diskominfostasan Tanah Laut, Jeriyansyah. Mereka belajar dari pengalaman Totok Suryanto, Anggota Dewan Pers dan jurnalis senior sejak era 90-an, dalam diskusi eksklusif di Gedung Dewan Pers.
Totok berbagi pengalamannya sebagai mantan penyiar radio dengan gaya bicara lugas. “Profesi jurnalis bukan untuk mencari kekayaan, tapi sebagai pengabdian untuk masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa wartawan harus menjadi penyeimbang demokrasi, bukan alat kekuasaan atau pihak yang selalu konfrontatif. “Tugas pers itu mulia—kita penjaga akal sehat publik, bukan alat propaganda,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tantangan di era media digital. Meski berkembang pesat, kecepatan bukan segalanya. “Kredibilitas dan etika tetap yang utama. Media tanpa konten sehat hanya jadi sumber kegaduhan,” tambahnya.
Totok menekankan pentingnya verifikasi media oleh Dewan Pers sebagai perlindungan hukum bagi jurnalis. “Jika media sudah terverifikasi, kami siap membela rekan-rekan pers di lapangan,” katanya.
Di akhir acara, Jeriyansyah memberikan cenderamata sebagai tanda terima kasih kepada Totok. Diskusi ini memperkuat komitmen wartawan Tanah Laut untuk menjalankan jurnalisme berintegritas












