TANAH LAUT — Setelah puluhan tahun menghadapi keterisolasian, Desa Salaman, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, kini mulai menikmati akses transportasi yang lebih layak. Jalan menuju desa yang sebelumnya sulit dilalui kini sudah bisa dilewati kendaraan kecil hingga mobil pikap.
Perubahan itu menjadi titik awal percepatan layanan dasar di wilayah pedalaman, mulai dari kesehatan hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Kemajuan akses tersebut merupakan hasil percepatan pembangunan jalan yang mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut di bawah kepemimpinan Bupati H. Rahmat Trianto.
Pj Kepala Desa Salaman sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kintap, Heri Usnadi, mengatakan pengerasan jalan menunjukkan perkembangan signifikan dalam setahun terakhir.
“Tahun kemarin sudah dikeraskan hampir 4 kilometer. Target kita tuntas dari KM 12 hingga KM 24 Desa Salaman,” kata Heri usai pelantikan pejabat Pemkab Tala di Gedung Sarantang Saruntung, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, kondisi jalan saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Kendaraan kecil seperti Agya, Avanza, hingga mobil pikap sudah dapat melintas tanpa khawatir terjebak medan berat.
“Sekarang mobil kecil seperti Agya, Avanza, hingga pikap sudah bisa melintas tanpa takut kandas,” ujarnya.
Heri mengakui pembangunan infrastruktur desa tidak mungkin hanya mengandalkan Dana Desa yang terbatas. Dukungan material dari Pemkab Tanah Laut serta kontribusi program corporate social responsibility (CSR) perusahaan sekitar menjadi faktor penting percepatan pembangunan.
Tak berhenti pada akses jalan, pemerintah desa kini mulai memfokuskan perhatian pada layanan kesehatan. Desa Salaman tengah berkoordinasi dengan Puskesmas Kintap untuk menambah tenaga bidan desa tahun ini.
“Sudah ada perawat. Kehadiran bidan baru sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan ibu dan anak,” katanya.
Di sisi lain, wilayah Salaman yang dikelilingi perusahaan tambang dan perkebunan sawit juga mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Menurut Heri, masih banyak warga terkendala persyaratan pendidikan formal untuk bisa masuk ke sektor industri.
Karena itu, pemerintah desa berharap perusahaan sekitar dapat membuka ruang pelatihan keterampilan teknis melalui workshop atau kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
“Harapan kami, perusahaan membuka fasilitas pelatihan teknis seperti las atau mekanik agar masyarakat lokal punya keterampilan dan peluang kerja lebih besar,” ujar Heri.
Ia menegaskan pembangunan desa pedalaman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat agar program yang dijalankan tepat sasaran.
Upaya tersebut, kata Heri, turut dikawal Camat Kintap Sutarno untuk memastikan sinkronisasi program pembangunan antara kecamatan dan desa berjalan beriringan.
“Komunikasi yang baik, dukungan masyarakat, serta kekompakan menjadi kunci untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.












