Kuala Kapuas – Banjir di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas mengakibatkan sedikitnya belasan ribu jiwa menjadi korban terdampak.
Atas situasi itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir sejak 15 hingga 28 Maret 2025 mendatang.
Tanpa berlama-lama, bantuan pun segera disalurkan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban banjir, Bupati Kapuas Wiyatno didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo, melepas bantuan logistik, Minggu (16/3/2025) sore.
Bertempat di halaman kantor Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Bupati melepas keberangkatan armada logistik ke Kecamatan Mantangai, Kecamatan Kapuas Hulu, Kecamatan Pasak Talawang, dan Kecamatan Mandau Talawang.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa Beras, minyak goreng, dan sejumlah bahan makanan lainnya. Selain itu, Bupati Kapuas juga juga menyerahkan bantuan perahu karet bagi Kecamatan Mantangai sebagai sarana fasilitas evakuasi.
Wiyatno menegaskan, penyaluran bantuan itu adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu korban terdampak banjir.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan bergerak cepat dalam membantu korban dan menanggulangi bencana banjir.
“Saya meminta kepada seluruh tim di lapangan untuk bekerja cepat agar bantuan segera sampai kepada para korban,” pintanya.
Diungkapkannya, banjir yang selalu terjadi di tiap tahun ini butuh penanganan serius dan kehadiran pemerintah daerah.
Kedepannya, telah kita minta BPBD dan dinas-dinas terkait untuk segera melakukan pemetaan dan perencanaan sehubungan rencana secara bertahap untuk relokasi atau transmigrasi lokal bagi desa-desa yang paling terdampak.
“Kita harus tetap memikirkan keberlangsungan hidup saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir itu,” tegas Bupati Kapuas.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Kapuas, A. M Saribi, mengungkapkan, banjir telah menenggelamkan 26 desa di tiga kecamatan, dengan total 5.694 kepala keluarga (KK) atau 15.017 jiwa terdampak.
Kemudian, pada data susulan tercatat, di Kecamatan Kapuas Hulu terdapat tiga desa terdampak dengan 1.445 KK atau 4.231 jiwa.
“Sehingga total keseluruhan korban banjir di empat kecamatan kini mencapai 7.139 kepala keluarga dengan lebih dari 19.000 jiwa,” ungkap A.M Saribi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, banjir tak hanya merendam rumah warga, tapi juga mengancam sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan lain-lain.
Ia menambahkan, melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT), pihaknya akan mengalokasikan bantuan selimut dan matras jika ketersediaan stok terbatas.
Tampak hadir saat pelepasan bantuan, Sekda Kabupaten Kapuas, Camat, perwakilan pihak TNI-Polri, serta sejumlah kepala OPD terkait.
(Rahmad)












