Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Tanah Bumbu

Dari Balik Jeruji, Cahaya Harapan Menyala: Warga Binaan Lapas Batulicin Belajar Bikin Lilin Aromaterapi

×

Dari Balik Jeruji, Cahaya Harapan Menyala: Warga Binaan Lapas Batulicin Belajar Bikin Lilin Aromaterapi

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Lapas Batulicin membuat lilin aromaterapi dalam pelatihan pembinaan di aula lapas.
Warga binaan Lapas Batulicin mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi di aula lapas sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. (Foto dok. Humas Lapas Batulicin)

Batulicin – Aroma lembut lavender dan melati memenuhi aula kecil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Rabu (12/11/2025) pagi itu.
Beberapa warga binaan tampak sibuk menuang cairan lilin berwarna putih ke dalam cetakan kecil, sementara yang lain dengan hati-hati menata sumbu dan menambahkan tetes minyak esensial.

Di bawah bimbingan Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, suasana yang biasanya kaku di dalam lapas terasa hangat dan penuh semangat. “Hati-hati, jangan terlalu panas,” ujar Harry, memberi arahan sambil memperhatikan satu per satu peserta.

Hari itu, mereka tidak sekadar membuat lilin aromaterapi. Mereka sedang belajar menyulut kembali harapan—bahwa dari balik tembok tinggi Lapas, masih ada ruang untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan.

“Awalnya saya nggak tahu lilin bisa dibuat sendiri begini,” kata R, salah satu warga binaan yang ikut pelatihan, sambil tersenyum kecil. “Wangi dan tenang rasanya, bikin hati agak ringan.”

Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Batulicin.
Selain mengajarkan keterampilan baru, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan efek relaksasi dan terapi psikologis bagi para warga binaan.

Harry menjelaskan, pembuatan lilin aromaterapi dipilih karena sederhana, bernilai jual tinggi, dan bisa menjadi peluang usaha setelah bebas nanti.

“Kami ingin mereka punya keahlian yang bisa dikembangkan di luar nanti. Dari hal kecil seperti lilin pun bisa jadi jalan untuk hidup lebih mandiri,” ujarnya.

Lilin aromaterapi buatan warga binaan Lapas Batulicin sebagai hasil pelatihan pembinaan keterampilan.
Lilin aromaterapi hasil karya warga binaan Lapas Batulicin, menjadi simbol pembinaan kemandirian dan harapan baru di balik jeruji besi.

Lilin yang telah jadi dikemas dengan desain menarik. Beberapa warga binaan bahkan mulai memberi nama untuk hasil karya mereka—seolah ingin meninggalkan jejak baik dari masa yang tak mudah.

Kepala Lapas Batulicin, Arifin Akhmad, menyebut kegiatan semacam ini penting sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan diri warga binaan.

Baca Juga  Polres Tanah Bumbu Panen Raya Jagung, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

“Kemandirian itu harus ditumbuhkan. Kami ingin mereka keluar dari sini bukan dengan rasa takut, tapi dengan kemampuan,” katanya.

Di akhir sesi, aula kembali tenang. Beberapa lilin mulai mengeras, meninggalkan aroma lembut yang menenangkan.
Bagi sebagian orang, lilin hanyalah sumber cahaya. Tapi bagi warga binaan Lapas Batulicin, ia menjadi simbol kecil dari sebuah awal yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *