PELAIHARI – Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen di lemari kantor. Di tangan pemerintah yang tertib, arsip bisa menjadi cermin transparansi dan akuntabilitas.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip 2025 di Ballroom Algoritma Resto Pelaihari, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perangkat daerah dan BUMD.
Mereka dibekali teknik pengelolaan arsip dinamis dan statis oleh narasumber dari Dispusip Provinsi Kalimantan Selatan.
“Arsip bukan hanya data administratif, tapi bukti tanggung jawab dan identitas daerah. Kalau arsipnya tertib, pemerintahannya juga tertib,” ujar Zazuli di hadapan peserta.
Ia menilai banyak persoalan tata kelola muncul dari lemahnya sistem dokumentasi, terutama di tingkat desa. Karena itu, Pemkab Tanah Laut mendorong setiap satuan kerja membangun sistem kearsipan digital yang mudah diakses dan aman.
“Kalau ada masalah, jangan saling menyalahkan. Carikan solusi bersama. Yang penting, arsip kita rapi dan transparan,” tambahnya.
Kepala Dispusip Tanah Laut Safarin mengatakan, bimtek ini dirancang agar aparatur lebih paham pentingnya arsip sebagai memori kolektif daerah dan alat pengawasan publik.
Ia berharap setelah pelatihan, para peserta bisa menerapkan sistem kearsipan yang lebih profesional di instansi masing-masing.
Suasana bimtek berlangsung serius tapi santai. Peserta antusias berdiskusi tentang tantangan pengarsipan digital dan penyelamatan arsip lama yang mulai rusak.












