Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Dari Kampung Baru Solo ke Jakarta, UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026

×

Dari Kampung Baru Solo ke Jakarta, UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026

Sebarkan artikel ini
Pelaku UMKM binaan Pertamina memamerkan kain batik dan lurik premium di booth INACRAFT 2026 Jakarta sebagai bagian dari upaya menembus pasar nasional dan global.
Pelaku UMKM binaan Pertamina menampilkan koleksi kain dan busana tradisional premium di ajang INACRAFT 2026, Jakarta Convention Center, yang berhasil menarik minat pasar kelas menengah atas hingga buyer ekspor.

JAKARTA — Perjalanan Griya Kain Solo menuju pasar premium nasional menemukan momentumnya di Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. UMKM asal Kampung Baru, Solo, ini tampil sebagai salah satu mitra binaan Pertamina yang berhasil mencatat lonjakan omzet sekaligus membuka peluang pasar ekspor.

INACRAFT 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center pada 4–8 Februari menjadi panggung penting bagi UMKM binaan Pertamina. Tak sekadar pameran, ajang ini menjadi etalase hasil pendampingan berkelanjutan—mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan desain, hingga strategi branding.

Pemilik Griya Kain Solo, Esti Kriswandari Asih, menyebut keikutsertaan dalam INACRAFT tahun ini sebagai titik balik perkembangan usahanya. Proses kurasi yang ketat membuat UMKM tidak hanya dituntut menarik secara visual, tetapi juga kompetitif dari sisi kualitas bahan dan harga.

Produk Griya Kain Solo menampilkan busana berbasis kain tradisional seperti lurik dan batik klasik yang diolah menjadi fesyen modern siap pakai. Koleksi unggulan meliputi blouse lurik premium, dress batik kontemporer, hingga tunik eksklusif dengan standar finishing butik dan desain yang menyasar segmen profesional muda.

Antusiasme pengunjung menjadi indikator meningkatnya daya saing produk UMKM lokal. Sejumlah pelaku usaha mencatat penjualan signifikan selama pameran, bahkan mulai menjajaki kerja sama lanjutan dengan pembeli dari dalam dan luar negeri.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa pada INACRAFT 2026, Pertamina menghadirkan 32 UMKM binaan. Dari keikutsertaan tersebut, total transaksi yang dibukukan mencapai Rp10,4 miliar, termasuk komitmen penjualan dari buyer mancanegara untuk pasar ekspor.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan UMKM berbasis peningkatan kualitas dan akses pasar mampu mendorong produk lokal naik kelas. INACRAFT 2026 pun menjadi bukti bahwa UMKM daerah, dengan pembinaan yang tepat, dapat bersaing di segmen premium sekaligus memperluas jangkauan ke pasar global.

Baca Juga  Antusiasme Warga Membludak, SERAMBI 2026 Hadirkan Layanan Tukar Uang Baru di Palangka Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *