KOTABARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru mengingatkan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua tahun lagi apabila pola pengelolaan sampah dari masyarakat tidak berubah.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala DLH Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina, saat sosialisasi Program BAPILAH (Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah) di Kantor Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh ketua RT di Desa Semayap itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penerapan program pemilahan sampah dari sumbernya.
Melinda mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan sekadar pengelolaan sampah, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini masih mencampur sampah rumah tangga.
“Tantangan terbesar kita bersama adalah mengubah mentalitas dan budaya warga yang selama ini merasa aman-aman saja dengan sampahnya. Tiba-tiba diharuskan memilah, tentu ini terasa seperti beban baru. Namun bagaimanapun juga hal ini harus kita sampaikan,” ujarnya.
Menurut Melinda, perubahan perilaku masyarakat menjadi penting karena kapasitas TPA Kotabaru terus berkurang.
“Daya tampung TPA Kotabaru diperkirakan hanya bertahan paling lama dua tahun lagi. Kalau tidak ada perubahan pola pengelolaan sampah dari sumbernya, kita akan menghadapi persoalan yang lebih besar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Melinda juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait isu “penahanan truk sampah”. Ia menegaskan tidak ada penahanan armada, melainkan terjadi miskomunikasi saat DLH mempercepat penerapan Program BAPILAH.
Ia menjelaskan percepatan tersebut dilakukan setelah adanya arahan agar implementasi program dimajukan dari target semula 1 Januari 2027 menjadi 1 Agustus 2026.
Selain itu, Melinda membantah isu mengenai pegawai DLH yang disebut mogok kerja maupun rencana aksi unjuk rasa.
“Tidak ada. Itu sudah menjadi bola liar. Semua berjalan sesuai aturan dan mekanisme,” tegasnya.
Melinda mengapresiasi respons para ketua RT di Desa Semayap yang dinilai cepat mendukung pelaksanaan Program BAPILAH. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya mengurangi timbulan sampah dan memperpanjang usia operasional TPA Kotabaru.












